Pasaman, – Proyek pembangunan jalan nasional yang dikerjakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah Sumatera Barat, lintas Bukittinggi – Batas Sumut, tepatnya di Kabupaten Pasaman, telah memicu perhatian publik akibat serangkaian kejanggalan. Selain masalah pada gorong-gorong jalan lintas, tampak beton pada bagian saluran air juga menjadi perhatian serius.
Kerusakan pada gorong-gorong jalan lintas dengan telah tarlihat berlubang yang berpotensi membahayakan pengendara. Meskipun sudah ditambal, namun masih jadi tanda tanya penyebab cepatnya berlubang.

Lebih mengkhawatirkan, beton pada saluran air terlihat menggantung dan retak, mengindikasikan potensi keruntuhan. Spesifikasi pekerjaan pun mendapat sorotan tajam, dengan pertanyaan mengenai mengapa retakan muncul begitu cepat setelah proyek selesai.
Dalam berita sebelumnya, jalan yang baru saja selesai diaspal bagian gorong – gorong tampak berlubang pertama kali muncul pada 27 Juli 2023, dan berpotensi bahaya bagi para pengendara yang melintas.
Meskipun proyek tersebut berada dalam wilayah jalan nasional, tidak ditemukan papan informasi yang memberikan petunjuk tentang pihak yang bertanggung jawab, nilai pekerjaan, dan sebagainya.
Upaya media untuk menghubungi pihak BPJN Sumbar guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut belum membuahkan hasil, dengan tidak adanya penjelasan yang memadai hingga saat ini.
Kritik dan perhatian terhadap proyek ini semakin meningkat seiring dengan pertanyaan mengenai spesifikasi yang telah ditetapkan. Kerusakan yang cepat terjadi setelah penyelesaian proyek menimbulkan keprihatinan tentang kualitas konstruksi.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak BPJN Wilayah Sumatera Barat belum memberikan tanggapan melalui layanan BPJN Sumatera Barat.
Penjelasan dan tanggapan dari pihak – pihak terkait akan diterbitkan pada berita selanjutnya.
