JAKARTA — Kabar mengejutkan menerpa Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menjelang Musyawarah Nasional (Munas) XVIII. Rombongan salah satu Calon Ketua Umum (Caketum) Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI dikabarkan ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) atas dugaan penyalahgunaan narkoba.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penangkapan tersebut terjadi pada Selasa (9/6/2026) petang. Puluhan orang ini diamankan oleh petugas sesampainya di tanah air setelah melakukan perjalanan dari Bangkok, Thailand.

“Puluhan orang yang ditangkap itu rombongan salah satu calon ketua umum HIPMI,” ujar sumber informasi yang diterima redaksi pada Selasa malam.

Berdasarkan kabar yang beredar, ada sekitar 20 orang lebih yang sempat diamankan oleh pihak berwajib. Ironisnya, di antara puluhan orang tersebut, diduga terdapat sosok Caketum BPP HIPMI beserta beberapa ketua pengurus HIPMI tingkat daerah.

Hingga saat ini, terdapat empat nama resmi yang terdaftar sebagai Caketum BPP HIPMI yang bertanding dalam kontestasi ini, yaitu Reynaldo Bryan, Ade Jona Prasetyo, Afi Kalla, dan Anthony Leong. Kendati demikian, belum ada konfirmasi resmi mengenai rombongan caketum mana yang diduga terseret dalam penangkapan tersebut.

Keberangkatan rombongan ini ke Bangkok diduga kuat menjadi bagian dari agenda konsolidasi internal organisasi. Mereka disinyalir tengah mematangkan strategi pemenangan demi mengusung salah satu paslon dalam kontestasi Munas mendatang.

Hingga Selasa malam, BNN dilaporkan masih menahan 10 orang dari rombongan tersebut untuk menjalani proses pemeriksaan intensif. Sementara itu, 10 orang anggota rombongan lainnya dikabarkan telah diperbolehkan pulang.

Pihak redaksi telah mencoba melakukan klarifikasi langsung mengenai simpang siur kabar penangkapan ini kepada pihak BNN. Namun, Kepala Biro Humas BNN menyatakan bahwa pihaknya masih belum mendapatkan laporan resmi terkait peristiwa tersebut.

“Saya belum mengetahui informasi tersebut,” ujar Kabiro Humas BNN saat dikonfirmasi oleh awak media, Selasa (9/6/2026).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi ataupun pernyataan resmi lebih lanjut dari pihak-pihak yang diduga sempat diamankan oleh aparat BNN, maupun dari tim pemenangan keempat caketum yang bertanding.

Kasus ini pun membayangi persiapan agenda akbar Munas XVIII HIPMI yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (10/6/2026) hingga Kamis (11/6/2026) malam di Hotel Novotel, Lampung. Pembukaan munas yang tinggal menghitung jam kini berada di bawah sorotan tajam publik.