Pemilu 2019

Sabtu, 6 April 2019 - 19:19 WIB

1 bulan yang lalu

logo

Prabowo-Sandi

Prabowo-Sandi

Melirik Kampanye Online Prabowo-Sandi, Hingga Elektabilitas Memuncak

Jakarta – Calon Presiden Prabowo Subianto dan Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno, memang tak banyak berkampanye melalui media konvensional, bahkan untuk spanduk dan baliho saja mereka kekurangan. Apa pasalnya?

Ternyata, kekuatan pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2 itu berada pada segment pemilih online, ya tentunya mereka sangat paham bagaimana menyiapkan brand availability hingga terciptanya visibilitas brand yang punya magnet yang tinggi.

Hashim Sujono Djojohadikusumo, adik Prabowo Subianto adalah sosok dibalik gerakan kampanye online. Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi itu ternyata tau persis pertumbuhan segmentasi pemilih lewat online campaign yang kini mencapai 167 juta.

Setidaknya Prabowo-Sandi menggerakkan para relawan dan simpatisan yang memiliki penguasaan di bidang IT, Prabowo memiliki pusat komando cyber yang bagus, tim digital branding Prabowo-Sandi juga terlihat sangat terbuka dan inovatif memainkan ritme pada iklim politik jelang pemungutan suara 17 april 2019 mendatang.

Kampanye Prabowo-Sandi lewat jejaring sosial  dan media online ini, terlihat mirip dengan gaya kampanye Donald Trump saat memenangkan Pilpres Amerika Serikat. Ya, Trump membagi model kampanye berdasarkan segmentasi usia dan market politik, hasilnya cukup memuaskan, Trump sapu bersih Pilpres Amerika Serikat.

Pilpres Amerika 2016
Brad Parscale merupakan orang di balik kemenangan Trump. Dia membuat strategi multi platform digital dengan investasi hingga puluhan juta dollar untuk beriklan di media sosial (paling besar di Facebook) dan tim Trump sangat sedikit menghabiskan budget di media konvensional seperti televisi, radio atau koran.

Perlu dipelajari nih, salah satu strategi yang dilakukan Parscale adalah pengelolaan data yang sangat besar terkait calon-calon voter yang telah dikategorikan keadalam beberapa segmen, apakah itu yang dikategorikan loyal Voters, Swing voters hingga voters millenials.

Yap, mereka semua punya metode pendekatan yang berbeda-beda. Maksudnya adalah konten yang akan dilempar ke audience, bagaimana mereka membutuhkan ratusan hingga ribuan jenis artikel, foto, video, konsep untuk digunakan secara intens berkomunikasi dengan calon voters, di media digital setiap harinya.

By the way media konvensional tidak mampu menandingi hal tersebut, terlebih lagi biaya yang akan jauh lebih efisien.

Survei Terbaru

Kampanye online Prabowo Sandi ini ternyata membawa dampak besar untuk market Politiknya,  Survei Bima Politica Indonesia (BPI) menempatkan Prabowo-Sandi di posisi teratas dengan mengantongi 55,19 persen sementara Jokowi-Amin 36,3 persen.

Dalam Survei itu, tampaknya segment pemilih pemula mulai meninggalkan Jokowi dan beralih mendukung Prabowo-Sandi. Gagasan soal gerakan Siap Kerja, dan revolusi Ekonomi 4.1 ternyata membawa dampak positif dikalangan anak muda.

 

 

Artikel ini telah dibaca 266 kali

Baca Lainnya
loading…