Sabtu, 6 April 2019 - 04:03 WIB

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto

Survei Terbaru, Elektabilitas Prabowo-Sandi Naik Jadi 55,19 persen, Jokowi Ambruk

Jakarta – Secara mengejutkan, Elektabilitas Capres-Cawapres nomor urut 2 naik tajam tinggalkan paslon nomor urut 1. Demikian hasil survei yang dilakukan oleh Bima Politica Indonesia (BPI).

Survei ini dilakukan pada 23-29 Maret 2019 dengan metode wawancara tatap muka kepada 1.022 responden yang mewakili 34 provinsi di Indonesia dengan margin of error 3,06 persen.

Direktur Eksekutif BPI, Panji Nugraha, menjelaskan, isu keikutsertaan aparat negara dalam politik praktis pilpres, kasus korupsi di pemerintahan terus terungkap menjadi sebab utama elektabilitas Jokowi disalip jauh Prabowo. BPI mencatat, Jokowi-Ma’ruf memiliki tingkat elektabilitas 36,3 persen, sedangkan Prabowo-Sandi 55,19 persen, sementara itu 8,51 persen belum menentukan pilihan.

“Perubahan elektabilitas kedua kandidat dalam sebulan terakhir bahkan hari-hari terakhir sebelum pemilihan cenderung sangat dinamis dan mengikuti isu per isu,” ujar Panji dalam keterangan persnya, Sabtu (6/4)

Bahkan, patut diakui terungkapnya kasus korupsi di Kementerian Agama yang menyeret Ketua Partai PPP Romahurmuzy yang merupakan elite pengusung Jokowi di Pilpres, menjadi bola api bagi petahana. “Kalau kandidat satu pihak pendukungnya korupsi, langsung berdampak pada menurunnya angka elektabilitas, bahkan tidak menutup kemungkinan kandidat lainnya mendapatkan limpahan suara,” katanya.

Lanjut Panji, hasil survei menunjukkan petahana dihadapkan dengan situasi akan ditinggalkan pemilih muda disebabkan terungkapnya kasus hukum dari para partai pendukung. Serta, semakin terungkapnya penggunaan fasilitas negara dalam pemenangan 01.

“Dari sisi demografi, anak-anak muda mulai meninggalkan Jokowi karena menilai pendukungnya selalu meneriakkan Orde Baru ada di kubu sebelah. Namun isu-isu pemanfaatan aparat dan perangkat negara dalam upaya mempertahankan kekuasaan seperti Orde Baru dilakukan oknum-oknum di pemerintahannya. Belum lagi isu korupsi, belum terungkapnya penyerang Novel Baswedan, pendukungnya ada yang di-OTT KPK dan sebagainya,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 76 kali

loading...
Baca Lainnya

Bambang Haryo Heran, Solar Langka Ditengah Kelesuan Ekonomi

Surabaya – Bambang Haryo Soekartono, anggota DPR RI periode 2014-2019, mengaku heran terjadi kelangkaan solar...

Bambang Haryo Soekartono saat sambangi Pasar Porong Sidoarjo (Foto : Deliknews.com)

20 Oktober 2019, 10:34 WIB

Bambang Haryo : Kenaikan Tarif Angkutan Penyeberangan Tidak Bawa Dampak Harga Barang

Surabaya – Anggota DPR-RI periode 2014-2019 Bambang Soekartono memperkirakan dampak kenaikan tarif angkutan penyeberangan laut...

Bambang Haryo Soekartono saat sambangi Pasar Porong Sidoarjo (Foto : Deliknews.com)

19 Oktober 2019, 08:02 WIB

Soal Kenaikan Tarif Angkutan Penyeberangan, Bambang Haryo : Jangan Ditunda!

Surabaya – Pemerintah akan menaikkan tarif penyeberangan angkutan laut sebesar 28 persen. Untuk memuluskan skema...

Bambang Haryo Soekartono saat sambangi Pasar Porong Sidoarjo (Foto : Deliknews.com)

19 Oktober 2019, 07:59 WIB

Sabar, Sebentar Lagi, Jokowi Umumkan Menteri

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi maraknya bocoran nama-nama yang disebut-sebut akan mengisi kabinet...

Jokowi dan Jusuf Kalla

18 Oktober 2019, 10:46 WIB

Mengenang Mendiang August Parengkuan, Tokoh PWI

Rasanya sulit percaya, tetapi nyata. Ada lima sumber dekat saya konfirmasi tadi, semua membenarkan. August...

18 Oktober 2019, 10:43 WIB

Dubes RI untuk Azerbaijan Prof. Dr. Husnan Bey Fananie Gelar Kuliah Umum di Universitas Islam Malang

Kuliah Tamu yang bertajuk “Pendidikan Islam Multikultural dalam Perspektif Historis Sosiologis” diberikan Duta Besar Luar...

17 Oktober 2019, 18:07 WIB

loading...