Kamis, 27 Juni 2019 - 21:12 WIB

Sidang di Mahkamah Konstitusi

Sidang di Mahkamah Konstitusi

MK Anggap Dalil Menang 52% Prabowo-Sandi Tak Beralasan

Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) menganggap dalil gugatan Prabowo-Sandiaga yang mengklaim menang 52 persen tidak beralasan. Klaim itu tidak dapat dibuktikan.

“Pemohon mendalilkan, berdasarkan dokumen C1 yang dimiliki pemohon, perolehan suara pemohon adalah 68.650.239 atau 52 persen,” kata hakim MK Arief Hidayat saat sidang pembacaan putusan di gedung MK, Kamis (27/6).

Prabowo-Sandiaga mengklaim ada perbedaan hasil suara yang sebenarnya dan dengan versi KPU. Berdasarkan versi KPU, Jokowi-Ma’ruf memperoleh 85.607.362 suara, sementara Prabowo-Sandiaga 68.650.239.

Dalam jawabannya, KPU menyatakan dalil gugatan Prabowo-Sandiaga tidak benar dan tidak berdasar hukum karena yang benar adalah hasil rekapitulasi tingkat nasional dari KPU.

KPU menilai Prabowo-Sandi tidak bisa menguraikan perolehan suara tiap provinsi, kota, dan kecamatan. Sementara itu, perolehan suara versi KPU berdasarkan rekapitulasi berjenjang yang dihadiri saksi dari kedua pasangan calon.

“Dalil pemohon yang tidak merujuk pada perolehan suara pada tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan adalah dalil yang tidak benar dan tidak berdasar,” ucap Arief membacakan tanggapan KPU.

Artikel ini telah dibaca 238 kali

loading...
Baca Lainnya

Mayoritas Masyarakat Mendukung Omnibus Law Cipta Kerja

Oleh : Aldia Putra Omnibus Law Cipta Kerja telah disepakati oleh DPR untuk kemudian dilakukan...

10 April 2020, 00:16 WIB

Virus Radikalisme Mengancam Ideologi Bangsa

Oleh : Ahmad Prasetyo Covid-19 memang menjadi sesuatu yang membahayakan dan mematikan. Kendati demikian, ada...

10 April 2020, 00:00 WIB

Lawan Virus Covid-19, Bambang Haryo Usul Kapal Bisa Jadi RS Darurat

Jakarta – Praktisi dan pemerhati sektor transportasi logistik, Bambang Haryo Soekartono (BHS), meminta Kementrian Koordinator...

Bambang Haryo di Tulangan, Sidoarjo

9 April 2020, 13:54 WIB

Dukung Pemerintah Berantas Radikalisme dan Intoleransi Demi Indonesia Maju

Oleh: Martin Ksitana (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Solo) Radikalisme merupakan pikiran sesat penuh...

9 April 2020, 11:25 WIB

Dukung Langkah DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Omnibus Law Demi Menyelamatkan Perekonomian Nasional

Oleh: Siska Aprilia (Relawan Generasi Literasi Terbit Semarang) Omnibus Law Cipta Kerja diyakini menjadi jurus...

8 April 2020, 23:49 WIB

Bersama Lawan Corona yang Mengancam dan Hoax Corona yang Menikam

Oleh: Rani Apriliani (Aktivis Pegiat Media Sosial Independen) Hampir setiap kali ada peristiwa besar, selalu...

8 April 2020, 23:13 WIB

loading...