Sabtu, 30 Mei 2020 - 19:40 WIB

Lihat! Salah Paham Dua Ormas, Polresta Tangerang Amankan 11 Orang

TANGERANG – Polresta Tangerang Polda Banten mengamankan 11 orang terkait selisih paham antara dua organisasi kemasyarakatan (ormas) di Tangerang.

Dua ormas tersebut adalah Badan Pembina Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Kepengurusan Kabupaten Tangerang dan Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, kesebelas orang itu diamankan untuk dimintai keterangan terkait peristiwa pengrusakan Kantor PP yang berada di Kecamatan Cikupa yang diduga dilakukan oleh oknum anggota BPPKB.

“Kesebelas orang itu kami amankan karena diduga mengetahui peristiwa itu serta untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan mereka dalam peristiwa pengrusakan itu,” terangnya, Sabtu (30/5/2020).

Ade menjelaskan, selisih paham antar dua ormas berawal dari peristiwa penarikan sepeda motor oleh pegawai salah satu lembaga pembiayaan atau leasing. Kedua pihak, yakni konsumen dan leasing ternyata masing-masing didukung oleh kedua ormas itu.

Ade melanjutkan, persoalan penarikan motor yang terjadi pada Kamis (28/5/2020) sudah selesai. Namun setelah itu beredar video yang diduga dari BPKB yang akhirnya membuat tersinggung PP.

Setelah beredar video BPPKB, kemudian beredar video pernyataan sikap dari PP yang menyatakan tersinggung atas video dari BPPKB.

“Video yang beredar semacam pernyataan sikap. Dan direspons juga dengan pernyataan sikap,” ujarnya.

Dikatakan Ade, atas beredarnya dua video itu, Polresta Tangerang berupaya melakukan mediasi pada Jumat (29/5/2020) petang di Mapolresta Tangerang.

Dalam mediasi itu, kata Ade, pimpinan kedua ormas sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah serta berjanji menjaga kondusifitas dan bertanggung jawab atas dampak yang timbul.

“Namun sekitar jam 9 malamnya, terjadi pengrusakan kantor PP yang juga kantor pribadi ketua PP,” paparnya.

Ade menyesalkan peristiwa pengrusakan itu. Sebab peristiwa itu terjadi usai kedua pimpinan ormas bermediasi dan mencapai sepakat.

Ade berharap tidak ada lagi ekses atau dampak negatif dari peristiwa itu. “Apabila ada ketidakpuasan, silakan tempuh jalur hukum, jangan main hakim sendiri. Sebab kami pastikan, aksi main hakim sendiri akan kami tindak,” kata Ade.

Pihaknya memastikan, situasi saat ini aman terkendali. Seluruh kapolsek sudah membangun komunikasi dengan seluruh ketua kedua ormas di tingkat kecamatan.Lebih dari itu, kegiatan patroli akan makin ditingkatkan serta melakukan pengamanan terbuka.

“Proses pemeriksaan kepada 11 orang masih berlangsung. Perkembangannya akan kami sampaikan lagi,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 25791 kali

loading...
Baca Lainnya

UU Cipta Kerja Menguntungkan Sektor Kemaritiman

Oleh : Rizky Pranandia UU Cipta Kerja sangat menguntungkan bagi para pengusaha di Indonesia. Tak...

1 November 2020, 03:22 WIB

Mengapresiasi Sikap Tegas RI Terhadap Pelecehan Agama di Perancis

Oleh : Indriyani Tindakan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mendiskreditkan Islam telah menimbulkan aksi protes...

1 November 2020, 03:05 WIB

Waspada KAMI Membohongi Rakyat

Oleh : Raavi Ramadhan Masyarakat sudah sangat lelah menghadapi KAMI karena tak henti-hentinya menebar sensasi....

31 Oktober 2020, 22:58 WIB

Program Vaksinasi Harapan Baru di Masa Pandemi

Oleh : Zainudin Zidan Program vaksinasi di Indonesia rencana dilaksanakan dalam waktu dekat. Rencana ini...

31 Oktober 2020, 22:25 WIB

UU Cipta Kerja Mempermudah Perizinan Usaha

Oleh : Angga Gumilar DPR baru saja mengesahkan Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) sebagai salah...

31 Oktober 2020, 16:51 WIB

Pilbup Sidoarjo, Bakal Wujudkan Swasembada Pangan, Cabup Bambang Haryo Serius Perhatikan Nasib Petani

Sidoarjo – Calon Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono (BHS) terus melakukan safari politiknya dengan terjun...

31 Oktober 2020, 02:44 WIB

loading...