Meningkat, Ada yang Memotori Anak Jadi Pengemis di Kota Padang

  • Whatsapp

Padang, – Baru – baru ini pengemis anak – anak makin meningkat di Kota Padang, menurut Dinas Sosial Kota Paadang ada yang memotori. Namun siapa sebenarnya yang memotori anak – anak tersebut?.

Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Afriadi, mengatakan bahwa pihak yang memotori sudah dipanggil dan membuat pernyataan.

“Yang memotori sudah di panggil dan sudah dibuat surat pernyataan tidak akan berbuat lagi,” kata Afriadi kepada deliknews.com, Sabtu (15/5/21).

Baca juga : Dituding Minim Perhatian, Kadis Sosial Padang : Perlindungan Anak Tugas Pokok DP3AP2KB

Komnas PA : Pemerintah Kota Padang Gagal Melindungi Anak

Ketika Afriadi ditanya kenapa yang memotori tidak dilaporkan saja ke penegak hukum. Menurutnya, tugas dinas sosial unsur pembinaan dulu.

Menurut kepala dinas ini, Perlindungan Anak adalah tugas pokok Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).

“Kita sudah koordinasikan kasus ini dengan instansi terkait, sementara untuk tindak lanjut tentu kita serahkan kepada instansi yang punya kewenangan,” ujarnya Afriadi.

Dikatakan Afriadi, pengemis ini dari berbagai daerah di sumbar bahkan ada dari pulau jawa. Kalau kita lihat ada 90% dari luar kota Padang. Dia mengemis ada yang dimotori, ada juga faktor ekonomi, dan kurangnya perhatian orang tua.

Namun ditanya dari mana domisili dan berapa perkiraan jumlah  pengemis anak – anak dari luar Kota Padang (Sumbar), Kepala Dinas Afriadi belum bisa memberikan informasi tersebut.

Sementara, Kapolresta Padang Kombes Pol Imran Amir ketika dikonfirmasi bagaimana Polresta Padang menyikapi pengemis anak – anak yang dimotori. Kapolres akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Padang.

“Kita koordinasikan dengan dinsos kota padang dalam hal ini. Polresta siap back up giat Pemko,” kata Kombes Pol Imran Amir kepada deliknews.com, Selasa (25/5/21).

Sebelumnya diberitakan, menurut Ketua Umum Komnas PA Arist Merdeka Sirait, meningkatnya anak sebagai penyadang sosial baru dalam menghadapi pandami Covid-19 membuktikan minimnya perhatian dan komitmen Dinas Sosial Kota Padang terhadap fenomena sosial baru.

Meningkatnya jumlah anak-anak berusia dibawah usia 10 tahun menjadi peminta-minta, pengamen di lampu-lampu merah di Kota Padang bukti kegagalan Pemerintah Kota Padang dalam melindungi anak dari eksploitasi ekonomi.

“Anak mesti dilindungi, dunia anak adalah untuk sekolah bukan untuk bekerja apalagi menjadi pengemis,” tegas Arist Merdeka Sirait kepada deliknews.com, Sabtu (8/5/21).

Dikatakan Arist Merdeka Sirait, siapapun yang memanfaatkan anak menjadi pengamen atau pengemis dapat dipidana.

Menjadi pertanyaan, siapa sebenarnya oknum yang bermain dibalik persoalan pengemis di Kota Padang. Apakah mereka benar untuk mengambil keuntungan dari para pengemis anak – anak, kondisi ekonomi, kepentingan politik, atau karena kelalaian dinas terkait?

Untuk diketahui, Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 telah menegaskan bahwa fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.

(Darlin)

Pos terkait

loading...