Pasaman, – Pihak PLN akhirnya buka suara soal matinya listrik setelah warga Dua Koto menyampaikan persoalan tersebut kepada PLN Pusat atas kekecewaan dan kerugian pelanggan akibat matinya listrik tanpa adanya pemberitahuan sebelumnya.

Menurut Kepala PLN Rayon Simpang Anra Marwan, matinya lampu pada 5 Juli kemarin dari jam 8 pagi hingga jam 17 sore karena ada perbaikan gardu induk (GI).

Ia katakan pihaknya sudah memberitahukan informasi perbaikan dari tanggal 5 sampai 11 Juli 2021 kepada stakeholder melalui grup WhatsApp.

“Ada kami share di WAG Stake holder yang berisikan semua camat se Pasaman Barat ditambah Camat Duo Koto dan Tigo Nagari serta Kapolsek masing – masing kecamatan,” kata Anra Marwan.

Anra Marwan minta maaf apabila informasi itu tidak tersampaikan kepada semua pelanggan.

Diberitakan sebelumnya, akibat matinya listrik, jaringan seluler hilang seharian. Warga Dua Koto, Darlinsah, SH, protes masyarakat tidak ada mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu.

Baca juga : Listrik dan Jaringan Mati, Warga Dua Koto Protes ke PLN Pusat

“Ini kita baru mendapat informasi dari Pasaman Barat bahwa listrik sampai di Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman akan mati di siang hari dari tanggal 5 – 11 Juli 2021 karena ada perbaikan,” kata Darlin Wartawan Muda itu.

Menurutnya, seharusnya pihak PLN lebih dulu memberikan solusi agar listrik tetap hidup apabila ada perbaikan, sehingga proses perbaikan tidak menganggu aktifitas masyarakat yang dapat merugikan ekonomi di masa Pandemi Covid-19 ini.

“Masyarakat kecewa PLN mendadak mati dalam waktu yang lama, tanpa ada pemberitahuan kepada pelanggan sehingga aktifitas masyarakat yang menggunkan listrik dan komunikasi seluler jadi terkendala. Persoalan ini telah kita sampaikan kepada PLN Pusat untuk ditindaklanjuti dan dicarikan solusi,” tegas Darlin.