MADIUN,deliknews.com – Dugaan adanya ketidakwajaran dalam proyek pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) terpadu Kota Madiun kembali menjadi sorotan publik. Menyikapi hal tersebut, organisasi masyarakat Squad Nusantara Madiun Raya secara resmi melayangkan surat audiensi kepada DPRD, Kapolresta, dan Plt Wali Kota Madiun, Rabu (15/4/2026).
Ketua Squad Nusantara Isnandar Hariadi, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah.
Dalam kegiatan tersebut, terlihat perwakilan Squad Nusantara mendatangi kantor instansi untuk menyerahkan surat secara langsung serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

Dugaan kecurangan ini mencuat seiring adanya berbagai temuan dan informasi di lapangan yang dinilai tidak sesuai dengan perencanaan proyek. Sebelumnya, proyek RPH Kota Madiun tahap pertama yang bersumber dari APBD 2025 senilai sekitar Rp1,6 miliar memang telah menjadi perhatian publik karena diduga terdapat pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.
Menurut Isnandar Hariadi, audiensi ini bertujuan untuk meminta klarifikasi resmi dari Pemerintah Daerah,mendorong aparat penegak hukum melakukan penyelidikan, menjamin agar proyek berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah uang rakyat digunakan dengan benar. Jika ada indikasi penyimpangan, harus diusut secara terbuka.” Tegasnya. (TIM)
