Bau Menyengat ! Dugaan Penyimpangan, Proyek Saluran Irigasi Dana Hibah Di Desa Kajang.

Keterangan Foto : Kualitas bangunan banyak yang rongga/kosong tanpa campuran Spasi (Dian/deliknews.com)

Madiun,deliknews.com Proyek saluran irigasi yang berada di Desa Kajang Kecamatan Sawahan Kabupaten Madiun menjadi sorotan masyarakat, Hal itu disebabkan bangunan proyek yang dianggap tidak berkualitas. Senin (19/09/22)

Jeleknya kualitas proyek diduga disebabkan pekerjaan tersebut yang seharusnya dikerjakan secara Swadaya oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas). Di kontrakantualkan kepada Pihak Ketiga dengan sistem borong.

Jika mengacu pada Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Pedoman Swakelola sudah jelas diatur dalam mekanisme pelaksaannya.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun awak media ini proyek tersebut bersumber dari Hibah PEMPROV Jawa Timur dan di Desa Kajang sendiri ada Empat titik lokasi pembangunan.

Keterangan Foto : Separo badan bangunan numpang ditanah sehingga dapat mengurangi volume maupun kualitas bangunan.

Salah satu Ketua Kelompok masyarakat Retno Susanti saat dikonformasi beberapa waktu yang lalu mengaku tidak paham dengan proyek tersebut.

” Saya gak pernah ikut keproyek , Anggaran juga gak tau, Saya hanya disuruh jadi ketua hanya tanda tangan dan pengerjaan suruh percayakan pada pak Irawan.” Ungkapnya.

Ditempat terpisah Rozi, mandor proyek yang ditemui dilokasi dirinya juga mengatakan tidak dikasih gambar teknis cuman dikasih arahan secara lisan oleh Irawan selaku Pelaksana.

” Saya tidak pernah pengang gambar teknis/rab yang berbentuk fisik , cuman dikasih arahan secara lisan oleh Pak Irawan selaku Pelaksana, dulu di pekerjaan sebelumnya dikasih tapi juga tidak berbentuk kertas”. Jelasnya

Namun keterangan yang diberikan Irawan berbeda bahwa dirinya sudah memberikan Gambar teknis/RAB kepada mandor dan meminta agar pekerjaan sesuai RAB, terkait bangunan yang tidak sesuai atau kurang bagus dirinya beralasan akan memperbaiki.

Sementara itu Kepala Desa Kajang Setyo Mardiono mengatakan Pihaknya selaku pemerintahan Desa sudah sering mengingatkan bahwa pekerjaan harus sesuai RAB yang ada.

” Ya memang itu bukan proyek Desa namun kami selaku pemangku wilayah dan sekaligus penerima manfaat tidak mau proyek tersebut bermasalah di kemudian hari, dari administrasi maupun kwalitas bangunan. ” Tegasnya

Hal ini pun masih menjadi pertanyaan, apakah benar adanya pos-pos anggaran ataupun Potongan dalam Proyek tersebut, sehingga dapat mengurangi Volume dan Kualitas bangunan. Sebab dilokasi juga tidak terpasang Papan Proyek sehingga masyarakat tidak dapat ikut mengawasi proyek tersebut.

Yang mengacu pada Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Sumber lain menyebutkan, dalam aturan Perpres mengatur regulasi setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai Negara wajib memasang papan nama proyek. Agar masyarakat mengetahui sumber anggaran, besaran anggaran maupun volume proyek pembangunan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.