Surabaya – Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya, Bambang Haryo Soekartono memberikan perhatian langsung terhadap salah seorang pesilat yakni Nona Mareta (18) yang mengalami cidera saat berlaga di Pra Pon Solo, september lalu.
Jumat (6/10) siang. Pemilik sapaan akrab BHS ini melakukan kunjungan ke RS Al-Irsyad Surabaya. Ia ditemui Ibu kandung Nona dan dua adik perempuannya. Sementara Nona berada di ranjang dengan tangan kiri ter-infus.
“Hari ini saya sebagai ketua umum IPSI Surabaya datang memberikan dukungan langsung dan memberikan semangat kepada Pesilat yang menjadi kebanggaan arek-arek Suroboyo khususnya dan Jawa Timur umumnya yang saat ini sedang di rawat di RS, karena mengalami cidera saat bertanding mewakili Jawa Timur di ajang Pra Pon Solo” Kata BHS
Dikatakan BHS, Mbak Nona merupakan pesilat yang berprestasi dan selalu mendapatkan juara dalam setiap kejuaraan.
Insya allah dalam waktu dekat, mbak nona sudah kembali pulih, tetapi perlu istirahat dalam 6 bulan kedepan.
“Mbak Nona ini, punya prestasi yang bagus, pernah mendapatkan emas dan perunggu, merupakan pesilat andalan kota Surabaya” Kata BHS.
Kedepannya, kata BHS, tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan. Selain Mbak Nona, ada satu lagi pesilat Amran Karim yang juga alami cidera,
“Semoga, dengan peristiwa ini menjadi pelajaran bagi seluruh pesilat, untuk tetap menjaga sportivitas dan terus mengejar prestasi”Tutup BHS.
