Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mendorong pemerintah memperkuat ekosistem industri maritim nasional dengan melengkapi pelabuhan-pelabuhan komersial di Indonesia dengan fasilitas galangan kapal. Menurutnya, langkah ini penting untuk meningkatkan kapasitas layanan sektor pelayaran sekaligus memperkuat industri maritim domestik.
Pernyataan tersebut disampaikan Bambang saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 Institusi Perkapalan dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) di Surabaya, Rabu. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa galangan kapal seharusnya menjadi bagian integral dari sistem kepelabuhanan nasional.
“Industri galangan kapal seharusnya menjadi pelengkap dari industri kepelabuhanan. Karena galangan kapal tidak hanya untuk perbaikan, tetapi juga untuk pembangunan kapal dan pemenuhan sertifikasi kelayakan kapal,” ujar Bambang.
Ia mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini memiliki sekitar 102 pelabuhan komersial yang beroperasi melayani aktivitas pelayaran nasional maupun internasional. Namun, dari jumlah tersebut hanya sebagian kecil yang memiliki fasilitas galangan kapal.
Menurut Bambang, kurang dari 10 persen pelabuhan komersial di Indonesia yang telah dilengkapi industri galangan kapal. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu hambatan dalam meningkatkan efisiensi pelayanan kapal, terutama untuk perawatan maupun pembangunan kapal baru.
Padahal, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki kebutuhan yang sangat besar terhadap armada kapal. Aktivitas distribusi logistik, transportasi antarpulau, hingga kegiatan ekspor-impor sangat bergantung pada transportasi laut.
“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan industri maritim, termasuk galangan kapal. Jika fasilitas ini tersedia di banyak pelabuhan, maka pelayanan terhadap kapal akan jauh lebih cepat dan efisien,” katanya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan galangan kapal di pelabuhan komersial juga dapat mendorong pertumbuhan industri turunan, seperti industri komponen kapal, permesinan, hingga sektor jasa teknis perkapalan.
Selain itu, pembangunan galangan kapal dinilai dapat membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja lokal serta meningkatkan transfer teknologi dalam industri maritim nasional.
Bambang juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, operator pelabuhan, dan pelaku industri untuk mempercepat pembangunan galangan kapal di berbagai wilayah strategis.
Menurutnya, penguatan sektor galangan kapal tidak hanya berdampak pada industri pelayaran nasional, tetapi juga pada ketahanan ekonomi maritim Indonesia secara keseluruhan.
“Jika industri ini berkembang, maka Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi industri maritim global, tetapi juga menjadi produsen kapal yang kompetitif,” ujarnya.
Dengan potensi geografis yang besar dan posisi strategis di jalur pelayaran dunia, Bambang menilai pengembangan galangan kapal di pelabuhan komersial merupakan langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim.
Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat pembangunan fasilitas tersebut sehingga industri maritim nasional dapat tumbuh lebih kuat dan berdaya saing di tingkat regional maupun global.
