Merak – Keterbatasan jumlah dermaga di Pelabuhan Merak dinilai menjadi persoalan serius dalam kelancaran arus penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni di musim arus mudik lebaran. Meski jumlah kapal yang tersedia terus bertambah, sebagian besar justru tidak dapat dioperasikan karena minimnya fasilitas sandar.

Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, meminta pemerintah segera menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak guna mengatasi keterbatasan kapasitas pelayanan penyeberangan.

Menurut pemilik sapaan akrab BHS, saat ini terdapat sekitar 72 kapal yang disiapkan untuk melayani lintasan Merak–Bakauheni. Namun dari jumlah tersebut, hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi secara optimal karena keterbatasan dermaga.

“Dari total 72 kapal yang tersedia, yang bisa beroperasi hanya 28 kapal di tujuh dermaga. Satu dermaga hanya bisa melayani sekitar empat kapal. Artinya sekitar 44 kapal atau hampir 60 persen lebih kapal tidak dapat dioperasikan,” ujar ketua dewan pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Kamis (12/3) di Kawasan Pelabuhan Merak Cilegon Banten.

Kondisi tersebut dinilai menjadi masalah serius, terutama pada periode puncak arus penyeberangan seperti musim mudik dan libur panjang. Pada saat permintaan masyarakat meningkat, kapasitas layanan justru tidak dapat dimaksimalkan.

“Pada saat peak season masyarakat membutuhkan angkutan, tetapi kapal tidak bisa dioperasikan karena keterbatasan dermaga,” katanya.

BHS menegaskan bahwa solusi paling mendesak adalah menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak. Dari yang saat ini berjumlah tujuh dermaga, pemerintah diminta menambah setidaknya tiga dermaga baru dalam waktu dekat.

Dengan penambahan tersebut, kapasitas sandar kapal dapat meningkat signifikan. Tiga dermaga tambahan diperkirakan mampu menampung sekitar 12 kapal tambahan untuk beroperasi secara bersamaan.

“Kalau ditambah tiga dermaga, kita bisa menampung sekitar 12 kapal tambahan. Itu sudah sekitar 50 persen dari total kapasitas angkut terpasang yang tersedia sehingga operasional penyeberangan akan jauh lebih lancar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan angkutan penyeberangan terus meningkat, terutama untuk transportasi logistik, belum lagi pariwisata. Pertumbuhan angkutan logistik di lintasan Merak–Bakauheni diperkirakan mencapai 10 hingga 12 persen per tahun.

Menurutnya, jika penambahan infrastruktur tidak segera dilakukan, maka dalam beberapa tahun ke depan kapasitas Pelabuhan Merak dikhawatirkan tidak lagi mampu menampung lonjakan kendaraan maupun distribusi logistik di lintasan menuju Pelabuhan Bakauheni.

“Karena itu, penambahan infrastruktur dermaga menjadi langkah penting agar kapasitas layanan penyeberangan dapat mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan dalam lima tahun ke depan” ujarnya.