Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono, meminta pemerintah menyiapkan pelatihan keterampilan bagi masyarakat yang melakukan urbanisasi pasca Lebaran guna menekan potensi peningkatan angka pengangguran

Fenomena urbanisasi kerap terjadi setelah arus balik Lebaran, ketika masyarakat dari daerah berbondong-bondong menuju kota untuk mencari pekerjaan. Menanggapi hal tersebut, Bambang Haryo Soekartono (BHS) menilai urbanisasi merupakan hal yang wajar dan tidak dapat dihindari

Namun demikian, menurutnya, pemerintah tidak boleh tinggal diam dan harus mengambil peran aktif dalam mengantisipasi dampak yang ditimbulkan, terutama terkait kesiapan tenaga kerja.

“Pemerintah harusnya bisa ikut aktif untuk memfilter mereka, dan memberikan satu pendidikan sebisa mungkin, sebelum mereka bekerja,” ujar BHS, Senin (23/3/2026).

Ia menekankan pentingnya pembekalan keterampilan atau skill sebelum para pencari kerja tersebut memasuki dunia kerja di kota. Langkah ini dinilai krusial agar mereka tidak menjadi bagian dari pengangguran baru.

BHS menjelaskan bahwa pelatihan kerja dapat dilakukan oleh pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi, dengan menyesuaikan kebutuhan industri dan dunia usaha.

Dengan adanya tenaga kerja yang telah memiliki kemampuan dasar, lanjutnya, para pengusaha maupun rumah tangga akan lebih mudah dalam menyerap tenaga kerja.

“Tentu masyarakat, pengusaha ataupun rumah tangga, pasti senang sekali karena sudah mendapatkan tenaga kerja yang mempunyai skill,” katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar urbanisasi tidak dipandang sebagai persoalan semata, melainkan sebagai konsekuensi dari ketimpangan kesempatan kerja antara desa dan kota.

BHS menilai, selama peluang kerja di daerah belum merata, urbanisasi akan terus terjadi. Oleh karena itu, solusi jangka panjang tetap berada pada pemerataan pembangunan ekonomi di daerah.