Langsung ke konten
Senin, 26 Oktober 2026
Ekonomi & Bisnis

Gandeng Industri Presisi Jepang di Nagoya, Pemerintah Dorong Transfer Teknologi dan Semikonduktor RI

Sumber foto: Dok. ekon.go.id

NAGOYA — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mendorong percepatan transformasi ekonomi nasional melalui penguatan kerja sama teknologi manufaktur presisi dengan Jepang. Langkah strategis ini dilakukan lewat kunjungan kerja delegasi Indonesia ke pabrik Kouwa-Tec Co., Ltd. di Nagoya, Jepang, pada Jumat (18/9/2026).

Pemerintah menargetkan integrasi industri nasional ke dalam rantai pasok global, khususnya pada sektor strategis seperti semikonduktor, kedirgantaraan, dan teknologi generasi berikutnya. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dan didampingi pimpinan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).

Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengapresiasi rekam jejak Kouwa-Tec yang berpengalaman lebih dari 60 tahun dalam menghasilkan komponen presisi. Perusahaan tersebut bahkan dipercaya menjadi pemasok komponen utama untuk industri dirgantara global seperti Boeing.

“Kami sangat mengapresiasi keahlian Kouwa-Tec dalam manufaktur presisi untuk industri kedirgantaraan, medis, dan semikonduktor. Kapabilitas seperti ini menjadi penting bagi Indonesia dalam memperkuat industri bernilai tambah tinggi, manufaktur presisi, dan ekosistem teknologi,” ujar Susiwijono Moegiarso.

Kunjungan ini membuka peluang kemitraan konkret di bidang precision manufacturing, aerospace, alat kesehatan, serta pengembangan komponen masa depan seperti hydrogen drones dan eVTOL. Pemerintah menilai pasar Indonesia yang terus berkembang menjadi daya tarik utama untuk membangun investasi serta transfer teknologi.

“Dengan pasar Indonesia yang terus berkembang dan komitmen terhadap transformasi industri, kami melihat potensi yang besar untuk membangun kerja sama dengan Kouwa-Tec, termasuk dalam investasi, transfer teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia,” lanjut Susiwijono.

Penguatan kerja sama bilateral ini didukung oleh Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2026 tentang Protokol Perubahan Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA). Ratifikasi tersebut memperluas akses pasar, investasi, serta keterhubungan industri kedua negara.

Pemerintah juga memfokuskan kolaborasi pada pengembangan ekosistem semikonduktor nasional lewat pembahasan Indonesia-Japan Joint Roadmap on Semiconductor Industry and Policy. Langkah ini diharapkan mampu mencetak SDM berkualitas sekaligus memperkuat tata kelola perdagangan teknologi strategis di kawasan regional.