Travel

Selasa, 25 Desember 2018 - 23:38 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Menpar Khawatirkan Hoaks di Tsunami Banten

Banten – Kementerian Pariwisata membentuk Tim Crisis Center (TCC) di lokasi Tsunami selat Sunda dan langsung mendata dampaknya terhadap potensi wisata. 

TCC Kemenpar juga memantau akses, amenitas, dan atraksi (3A) yang terkait langsung dengan wisatawan di Banten dan Lampung.

Dengan adanya TCC Kemenpar, Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap tak banyak hoaks yang beredar dari bencana tsunami Banten agar tak menciptakan kepanikan.

"Nantinya, hanya ada satu pintu untuk mengeluarkan pernyataan dampak bencana di sektor pariwisata. Ini adalah pelayanan utama yang dilakukan TCC Kemenpar di fase tanggap darurat. Tentunya selain ikut serta memberikan pelayanan kepada wisatawan yang terdampak," kata Arief dalam keterangan tertulis, Selasa (25/12).

Penerjunan TCC Kemenpar ini juga merupakan bagian dari fase tanggap darurat versi pariwisata, yaitu untuk memberikan informasi terbaru kepada wisatawan dan keluarga wisatawan yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Data yang dihimpun TCC Kemenpar tsunami yang menyapu Tanjung Lesung mengakibatkan kerusakan sebagian konstruksi. Selain atraksi wisata alam, kerusakan juga terdapat pada atraksi wisata buatan, khususnya terkait meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE).

"Saat terjadi tsunami, ada agenda kunjungan Family Gathering dari PLN Jakarta. Tak kurang dari 300 peserta menginap di KEK Tanjung Lesung. Sebagian peserta bahkan masih berada di pantai sehingga terkena gelombang tinggi," kata Ketua Tim TCC Kemenpar Guntur Sakti.

Untuk amenitas, Tanjung Lesung Beach Hotel mengalami kerusakan karena air laut masuk ke dalam hotel. Sementara amenitas di Kampung Wisata Cikadu relatif aman digunakan sebagai posko evakuasi. Tempat ini juga menjadi posko Tim TCC Kemenpar.

[zombify_post]

Artikel ini telah dibaca 110 kali

Baca Lainnya
loading…