Nasional

Jumat, 1 Maret 2019 - 12:02 WIB

5 bulan yang lalu

logo

Bambang Haryo Soekartono, anggota komisi V  DPR-RI

Bambang Haryo Soekartono, anggota komisi V DPR-RI

Bambang Haryo Ungkap Jalan Tol Jokowi Mematikan

Surabaya – Presiden Joko Widodo, menyebut pemerintahannya berhasil membangun jalan tol, salah satunya di tol trans Sumatera sepanjang 2.000 km.

Tol Sumatera itu menghabiskan biaya sebesar Rp205 Triliun, dan menghubungkan Bakauhuni Lampung hingga ke Banda Aceh.

Pembangunan jalan tol ini, menurut Jokowi lewat instagram @jokowi untuk menurunkan biaya logistik nasional yang tinggi.

Namun, menurut anggota komisi V DPR-RI Bambang Haryo Soekartono, jalan tol yang dibangun dengan APBN itu mirip mesin pembunuh bayaran.

Kata Bambang Haryo, jalan tol era Presiden Jokowi dibangun menggunakan rigid pavement, rigid merupakan pengerasan yang kaku, terbuat dari semen.

“Rigid pavement ini, tidak bisa dipakai dalam kecepatan tinggi, rigid itu kan keras, kaku, jika salah satu blok rigid ini alami ketinggian maka bisa kena permukaan ban dan sobek, ini berbahaya” Kata anggota Fraksi Gerindra, Jumat (1/3) di Surabaya.

Dikatakan dia, berdasarkan data korlantas Polri pada 2017 ada sekitar 65 kecelakaan yang terjadi di jalan tol dan 90% pecah ban. Terangnya.

“Disejumlah negara, tidak ada yang gunakan rigid pada jalan tol, semua dengan aspal”Ungkap Bambang.

Sekedar informasi, pembangunan jalan tol Sumatera menghabiskan anggaran sebesar Rp205 Triliun, Hutama Karya sebagai pelaksan proyek telah kehabisan anggaran di tahun 2018.

Untuk anggaran 2019, Hutama meminta Penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp12,5 triliun, anggaran PMN ini telah dua kali diminta oleh Hutama Karya untuk menyelesaikan proyek tol di akhir 2019.

Artikel ini telah dibaca 714 kali

Baca Lainnya
loading…