Diduga Siluman, Satgas Covid-19 Pasbar Tak Tahu Kerumunan Penyaluran Bansos

Kerumunan massa tanpa protokol kesehatan Covid-19 saat kegiatan Bank BNI dalam pembukaan rekening dan pencairan BPUM di Pasaman Barat, Selasa (15/12/20).

Sumbar, – Aneh dan tidak terduga Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Pasaman Barat tidak mengetahui adanya kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa tanpa Prokes di Pasaman Barat.

Sebelumnya diberitakan dan telah menjadi sorotan publik kegiatan BNI dalam melakukan pembukaan rekening dan pencairan BPUM di halaman Kantor Wali Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat  Provinsi Sumatera Barat, Selasa (15/12/20) tanpa Prokes Covid-19.

Baca juga: Ada Kerumunan Massa Tanpa Protokol Kesehatan di Sumbar

BNI Padang Tidak Bisa Cegah Kerumunan Massa Tanpa Prokes

Lain hal dengan Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Pasaman Barat Gina Alecia tidak tahu tentang persoalan kerumunan massa tanpa Prokes pada kegiatan BNI di Pasaman Barat.

“Kalau masalah itu tidak tahu, saya jubir nya khusus data, kalau itu bisa langsung ke ketua Satgas atau ke Kalaksa. Kalau soal itu bisa tanya ke Kalaksa saja,” ungkap Gina Alecia kepada Deliknews.com, Rabu (23/12/20).

Kemudian dicoba konfirmasi Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Pasaman Barat Edi Busti juga belum bisa berkomentar. Kalaksa hanya menjawab dengan singkat. “Segera di tindak lanjuti,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam kerumunan massa bukan hanya masyarakat yang tidak mematuhi Prokes, namun petugas dari BNI ada yang tidak pakai masker.

Tidak hanya itu, petugas BNI juga tidak menjaga jarak dengan masyarakat, bahkan anak-anak ada ditemukam dalam kerumunan massa tersebut.

Sementara, diketahui pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pasaman Barat terus bertambah, pada (4/12/20) kemarin bertambah 15 orang positif.

“Benar, hari ini bertambah 15 orang dan sembuh 30 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran COVID-19 Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, dikutif dari antaranews.

Menurut Gina Alecia, dengan bertambahnya 15 orang maka jumlah total kasus pasien positif hingga saat ini mencapai kasus 355 kasus, sembuh 274 orang, meninggal 19 orang dan masih positif menjalani isolasi atau karantina 62 orang.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *