Zulhardri Z. Latif Enggan Komentar Soal Pengembalian Uang Negara

  • Whatsapp
Anggota DPRD Kota Padang Zulhardri Z. Latif (foto: kumparan.com)

Padang, – Soal pengembalian uang negara atas kelebihan pembayaran biaya perjalanan dinas ke Italia tahun 2019, Anggota DPRD Kota Padang Zulhardri Z. Latif salah satu peserta perjalanan dinas itu sepertinya tidak ingin banyak memberikan keterangan.

“Hanya sekwan yang tahu siapa yang sudah mengembalikan siapa yang belum,” kata Zulhardri Z. Latif via WhatsApp kepada deliknews.com, Selasa (23/2/21).

Kemudian ketika dikonfirmasi apakah ia telah mengembalikan uang negara atas temuan tersebut, namun tidak menanggapi.

Sementara menurut Anggota DPRD Kota Padang Jumadi, pengembalian uang negara atas kelebihan pembayaran biaya perjalanan dinas ke Italia dikembalikan secara pribadi.

Baca juga: Jumadi Tak Ingat Berapa Uang Negara yang Ia Kembalikan

Output Kunker DPRD Kota Padang ke Italia Tidak Sesuai Tujuan

“Kalau pengembalian itu person. Saya kembalikan segera, habis urusan saya dengan kesalahan itu. Kalau yang lain sudah setor atau belum manatau saya,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan hasil pemeriksaan BPK, Sekretariat DPRD Kota Padang melaksanakan perjalanan dinas atau kunker ke Venezia, Italia pada 2019 lalu Output nya tidak sesuai tujuan.

Sesuai SPT perjalanan dinas itu diikuti oleh Enam orang terdiri dari Satu orang Wakil Ketua DPRD, Empat orang Anggota DPRD, dan Sekretaris DPRD.

Perjalanan dinas ke Venezia bertujuan untuk mencari bahan referensi pengembangan Kota Padang, menjajaki kerjasama bisnis, perdagangan, dan pariwisata antar daerah, dan antar negara, serta membantu Pemerintah Kota Padang dalam penyusunan rencana kerja tahunan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap output kegiatan, diketahui output kegiatan tersebut berupa satu buah laporan kegiatan perjalanan dinas yang terdiri dari 16 halaman dan berisi antara lain: dasar, tujuan, sasaran dan pelaksana kegiatan, informasi mengenai Negara Italia, jadwal kegiatan, dan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan, serta kesimpulan.

Berdasarkan hasil penelaahan BPK atas jadwal kegiatan, informasi pelaksanaan kegiatan dan kesimpulan yang disajikan, tidak terdapat informasi yang cukup mengenai kegiatan pelaksanaan penjajakan kerjasama bisnis, perdagangan, dan pariwisata antar daerah dan antar negara.

Jadwal kegiatan yang disampaikan menyebutkan adanya observasi dan
kunjungan pada perkumpulan pengusaha yang dibina oleh Venezia Autentica, namun laporan kegiatan tidak dilengkapi dengan bukti kehadiran pengusaha yang dikunjungi dan notulen diskusi sebagai pendokumentasian atas diskusi penjajakan kerjasama yang dimaksudkan. Begitu juga dalam kesimpulan, tidak terdapat bukti
dari pelaksanaan penjajakan kerjasama bisnis, perdagangan, dan pariwisata antar daerah, dan antar negara, sesuai tujuan perjalanan dinas.

Lebih lanjut, Pemerintah Kota Padang dhi. Sekretariat DPRD tidak dapat menunjukkan bukti tindak lanjut atas pelaksanaan perjalanan dinas tersebut yang diterapkan secara konkret dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Kota Padang.

Dari perjalanan dinas ke Italia itu, BPK juga mengungkapkan temuan berupa kelebihan pembayaran atas belanja perjalanan dinas sebesar Rp72.564.000. Kemudian ditemukan juga kelebihan pembayaran atas belanja perjalanan dinas dalam dan luar kota sebesar Rp125.843.686.

(Darlin)

Pos terkait

loading...