NTT  

PPK PHK Kontraktor Pembangunan Tambahan Gedung RSPP Betun

Malaka, NTT, deliknews- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Paul Miki akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan kontraktor pelaksana pembangunan tambahan gedung Rumah Sakit Penyangga Perbatasan (RSPP) Betun. Karena masa kerja proyek tersebut sudah selesai.

Sikap PPK proyek rumah sakit tersebut disampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Malaka asal Fraksi Golkar, Henri Melki Simu dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Malaka lain saat meninjau progres pekerjaan pembangunan di lokasi RSPP Betun yang beralamat di Webua Desa Kamanasa Kecamatan Malaka Tengah, beberapa waktu lalu.

Sikap PPK tersebut, kembali dikemukakan Henri dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, SH, MH yang berlangsung di ruang sidang utama Kantor DPRD Kabupaten Malaka, belum lama ini.

Dalam RDP tersebut, Henri mengatakan masa pekerjaan proyek pembangunan tambahan gedung RSPP Betun jatuh pada 31 Desember lalu. Henri menggunakan haknya untuk mempertanyakan kelanjutan pekerjaan proyek yang belum selesai hingga saat ini.

“Menurut pengamatan saya, bangunan itu sudah bisa diselesaikan dua atau tiga bulan lagi. Masa kontraknya sudah selesai di 31 Desember. Tapi ada kesepakatan bersama, memperpanjang sampai dengan tanggal tanggal 28 Februari. Secara kelakar, bagaimana kalau bangunan ini tidak selesai,” tanya Henri.

“Kalau tidak selesai, kami PHK,” kata Henri mengutip kata-kata PPK. Jadi, berani tidak PHK kontraktor,” sambung Henri mengingatkan PPK dalam RDP yang dihadiri Bupati Simon sambil meminta Pemerintah Kabupaten Malaka agar memberi juga atensi kepada pembangunan gedung Puskesmas Weliman yang dikerjakan sejak tahun 2019 tetapi belum selesai. (tim/Dami Atok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.