JAKARTA — Perselisihan antar-tetangga terkait proyek renovasi rumah di kawasan Cakung Timur, Jakarta Timur, berujung aksi penganiayaan berat. Seorang mantan anggota Kopassus bernama Fahrul menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri, Jef Budiharto.
Insiden berdarah tersebut dipicu oleh ketidaknyamanan keluarga pelaku terhadap aktivitas pembangunan di rumah korban. Istri pelaku awalnya menegur para tukang bangunan dan meminta pengerjaan proyek dihentikan secara sepihak.
Namun, korban yang merasa memiliki hak atas bangunan miliknya meminta para pekerja untuk tetap melanjutkan renovasi. Situasi memanas ketika pelaku mendatangi lokasi dan terlibat percekcokan sengit dengan korban di depan rumah.
“Korban menyuruh mandor tukang untuk melanjutkan pekerjaannya, tiba-tiba pelaku datang sehingga terjadi cekcok mulut dengan korban,” ujar Kapolsek Cakung Kompol Andre Tri Putra kepada wartawan, Jumat (23/10/2026).
Ketegangan makin memuncak saat pelaku tiba-tiba melayangkan senjata tajam ke arah korban. Sabetan pertama berhasil dihindari, namun sabetan kedua mendarat dan melukai bagian kanan kepala korban.
Meski bersimbah darah di bagian kepala, purnawirawan prajurit baret merah tersebut langsung memberikan perlawanan spontan. Korban dengan cepat melempar dan membanting tubuh pelaku ke lantai hingga tak berdaya.
“Korban menantangi sehingga pelaku membacok korban, namun tidak kena dan kedua kalinya mengenai kepala korban bagian kanan. Korban tidak terima, kemudian membanting pelaku ke lantai,” jelas Kompol Andre Tri Putra.
Pihak kepolisian yang menerima laporan warga segera bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian. Petugas meringkus pelaku Jef Budiharto tanpa perlawanan berarti beserta barang bukti senjata tajam yang digunakan untuk menganiaya korban.
Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Cakung untuk pertanggungjawaban hukum. Kepolisian memastikan proses hukum berjalan tegas guna mengusut tuntas motif kekerasan tersebut.
