Langsung ke konten
Senin, 26 Oktober 2026
Regional

Cek Revitalisasi SMAN 1 Krembung Sidoarjo, BHS Soroti Kualitas Bangunan hingga Mitigasi Bencana

Sumber foto: Dok. Istimewa

SIDOARJO – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), meninjau langsung kualitas hasil revitalisasi sarana pendidikan di SMA Negeri 1 Krembung, Sidoarjo. Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh infrastruktur sekolah yang dibangun menggunakan dana pemerintah pusat memiliki standar kelayakan yang aman dan tahan lama.

Dalam inspeksi tersebut, legislator senior ini menyoroti secara khusus pembangunan fasilitas sanitasi sekolah. Ia menegaskan pentingnya penggunaan material berkualitas tinggi agar bangunan sarana belajar tidak mudah rusak dan dapat memberi manfaat jangka panjang bagi seluruh warga sekolah.

“Pembangunan sekolah harus memperhatikan kualitas barang dan materialnya. Kita ingin fasilitas yang dibangun pemerintah benar-benar bermanfaat dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” tegas Bambang Haryo Soekartono saat ditemui di lokasi, Kamis (22/10/2026).

Tak hanya berfokus pada fisik bangunan, legislator yang akrab disapa BHS ini mendorong penguatan sistem kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah wajib melengkapi sarana keselamatan seperti early warning system, penentuan jalur evakuasi, hingga penyediaan titik kumpul darurat.

Sebagai bentuk komitmen nyata, BHS berencana menghibahkan dan memasang perangkat alarm peringatan dini kebencanaan secara pribadi untuk SMAN 1 Krembung. Langkah serupa sebelumnya telah ia terapkan di SMAN 1 Taman, Sidoarjo, demi menjamin keselamatan para siswa dan guru.

“Mitigasi bencana harus mulai disiapkan di sekolah-sekolah, mulai dari early warning system, perencanaan evakuasi, hingga penentuan titik kumpul. Ini penting untuk keselamatan siswa maupun guru,” ujar BHS menambah penjelasan.

Di sisi lain, kondisi fisik bangunan SMAN 1 Krembung juga membutuhkan perhatian mendesak akibat faktor usia. Pihak sekolah mencatat sebanyak 21 ruang kelas memerlukan rehabilitasi total dengan estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp3 miliar pada tahun 2027 mendatang.

Kepala SMAN 1 Krembung, Siwi Kuntarsih, mengungkapkan bahwa atap bangunan sekolah belum pernah mendapat pembaruan sejak berdiri pada tahun 1983. Ia menyebut beberapa material plafon bahkan sudah mulai terlepas dan runtuh sendiri akibat dimakan usia.

“Beberapa bagian atap, terutama di ruang guru dan depan ruang kepala sekolah, asbesnya sudah jatuh dengan sendirinya karena dimakan usia. Kami berharap pengajuan rehabilitasi pada 2027 bisa terealisasi,” ungkap Siwi.

Pihak sekolah optimistis kehadiran wakil rakyat beserta dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat perbaikan infrastruktur. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan lingkungan belajar mengajar yang jauh lebih aman, nyaman, dan tangguh bencana.