JAKARTA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan orasi ilmiah dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-114 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Sabtu (9/5/2026). Di hadapan 637 wisudawan, ia menekankan pentingnya pemerataan kesejahteraan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

​Dalam orasinya yang bertajuk ‘Membangun Peradaban Kesejahteraan’, Gus Ipul menyoroti masalah kemiskinan yang kerap diwariskan antar-generasi akibat ketimpangan kesempatan. Menurutnya, visi besar Indonesia di tahun 2045 harus menjadi milik seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

​”Indonesia Emas 2045 tidak boleh hanya dinikmati oleh sebagian orang. Harus bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegas Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya.

​Gus Ipul menjelaskan bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah serius memperluas akses pendidikan melalui program ‘Sekolah Rakyat’. Program ini menyediakan pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam kategori Desil 1 dan 2 DTSEN.

​”Salah satu program Bapak Presiden Prabowo adalah memperluas akses pendidikan, mulai dari kelompok yang paling bawah, termasuk mereka yang berprestasi diberi jalur khusus,” ujarnya menjelaskan langkah strategis pemerintah.

​Ia juga menitipkan pesan agar para lulusan baru tidak sekadar mengejar kesuksesan pribadi, melainkan menjadi pemecah masalah (problem solver) di masyarakat. Gus Ipul mengibaratkan pendidikan sebagai kunci utama untuk memutus belenggu kemiskinan yang bersifat multidimensional.

​”Jika kemiskinan adalah rantai, maka pendidikan adalah kunci. Indonesia Emas 2045 ditentukan oleh siapa yang kita siapkan untuk hari esok,” tambah Mensos.

​Momen wisuda ini juga diwarnai dengan testimoni inspiratif dari Muhammad Maulana Hamilurrosyad, perwakilan wisudawan. Maulana menegaskan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menggapai mimpi setinggi mungkin.

​”Kita semua di sini adalah bukti bahwa perjuangan, doa, dan cinta orang tua tidak pernah mengkhianati hasil,” ucap Maulana menutup sambutannya dengan haru.

​Acara ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi Kementerian Sosial serta pimpinan universitas, termasuk Rektor UINSA Prof. Akhmad Muzakki dan Ketua Senat Prof. Moh. Ali Azis. Kehadiran para tokoh ini mempertegas sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul masa depan.