Kamis, 9 Agustus 2018 - 09:30 WIB

INDOHUN Cetak Diplomat Kesehatan Indonesia melalui Program GHD 2018

JAKARTA, Indonesia, 9 Agustus 2018 /PRNewswire/ — Dengan tekad mencetak Diplomat Kesehatan yang berani, cerdas, dan tegas di kancah internasional, Indonesia One Health University Network (INDOHUN) menggandeng USAID dan One Health Workforce (OHW) akan menggelar program pelatihan diplomasi kesehatan secara intensif di Hotel Grand Bidakara Savoy Homann, Bandung, Jawa Barat, 25-29 Agustus mendatang.

GHD 2018 akan digelar di the Grand Bidakara Hotel Savoy Homann, Bandung, Jawa Barat, 25-29 Agustus 2018

Pelatihan diplomasi kesehatan ini mempunyai misi mencetak generasi Indonesia yang unggul serta mampu tampil dalam ruang-ruang diplomasi kesehatan global dengan target mencetak 150 calon diplomat kesehatan handal dalam 3 tahun. Pelatihan diplomasi kesehatan ini terdiri dari 40% teori dan 60% praktik yang seluruh materi pelatihannya disiapkan sedemikian rupa dengan para trainers level nasional dan internasional dari Inggris, Belanda, Amerika, serta dari Afrika.

Pelatihan Diplomasi Kesehatan atau Global Health Diplomacy (GHD) training ini diikuti oleh profesional muda kesehatan dengan pengalaman kerja tidak kurang dari 3 tahun. Peserta terdiri dari berbagai latar belakang disiplin ilmu, seperti disiplin ilmu kesehatan masyarakat, kedokteran, keperawatan, kedokteran hewan, diplomasi pertahanan, mikrobiologi farmaseutik, hubungan internasional, dan administrasi publik.

Kehadiran diplomat kesehatan menjadi penting sehubungan dengan isu-isu kesehatan yang selalu muncul di ranah politik global, sehingga pemahaman menyeluruh, tak hanya tentang cara berdiplomasi secara politis, namun juga pemahaman yang mendalam tentang kesehatan. Diplomat kesehatan diharapkan dapat melengkapi warna ranah politik global dengan keilmuan mereka dalam mengatasi berbagai permasalahan kesehatan, menyelesaikan konfik, dan membangun kerjasama guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat global.

Dalam penyelenggaraannya, GHD menyediakan beasiswa senilai masing-masing Rp 7.000.000 atau USD 800 untuk 30 peserta terpilih. Beasiswa ini meliputi akomodasi, konsumsi, modul, training kit, dan biaya pelatihan. Peserta terpilih ini akan dapat merasakan pengalaman jejaring internasional, dan simulasi negosiasi berkelas dunia tanpa dikenakan biaya.

Pelaksanaan GHD kali ini juga memberikan pendidikan praktis untuk mengasah keterampilan para peserta. Setiap peserta dituntut untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang diantaranya praktik diplomasi dan negosiasi, komunikasi dan lobi politik, serta simulasi sidang resmi internasional atau multi-stage negotiation simulation (MSNS).

Dalam MSNS ini para peserta melakukan simulasi sidang diplomatik dan berlakon sebagai diplomat yang harus bersikap kritis terhadap kebijakan politik luar negeri, keamanan nasional dan regional, respon taktis terhadap perkembangan permasalahan kesehatan global, serta sikap yang cepat dan tepat dalam membuat keputusan strategis.

Profesor Wiku Adisasmito selaku pakar kesehatan global yang juga merupakan koordinator INDOHUN menekankan bahwa pengaplikasian MSNS dalam pelatihan GHD ini bertujuan untuk memberi gambaran simulasi diplomatik yang realistis dan nyata kepada para peserta. Mereka dituntut untuk mampu menjadi Diplomat Kesehatan Indonesia masa depan yang berintegritas tinggi bagi bangsa dan negara.

"Tak hanya melalui MSNS, para peserta juga dibekali dengan pelatihan mengenai strategi berdiplomasi dan juga pelatihan table manner yang sangat penting bagi para calon diplomat kesehatan global" jelas Wiku yang juga Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia.

Digelarnya Pelatihan Diplomasi Kesehatan ini juga sekaligus menjawab instruksi dari Presiden Joko Widodo saat pembukaan Konferensi Internasional dan Table Top Exercise untuk Global Health Security di Istana Negara tahun lalu. Saat itu Presiden Jokowi menegaskan bahwa untuk mencegah ancaman kesehatan global diperlukan kerjasama lintas praktisi kesehatan, lintas sektor, dan lintas negara. Bukan hanya itu, Presiden Jokowi pun menegaskan betapa pentingnya melakukan investasi Sumber Daya Manusia di berbagai bidang, salah satunya adalah investasi SDM Kesehatan.

Seperti gayung bersambut, instruksi langsung dari Presiden Jokowi tersebut kemudian direspon oleh Kementerian Luar Negeri (Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Multilateral Kementerian Luar Negeri ) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) "Strategi Diplomasi Kesehatan Indonesia Dalam Konteks Global" yang diadakan di Depok, Maret 2018 lalu.

Dalam FGD tersebut ditegaskan kembali beberapa pencapaian Indonesia di sektor kesehatan, diantaranya keberhasilan Indonesia dalam memperoleh akses vaksin H5N1 di tahun 2008 serta peranan industri Bio Farma Indonesia yang saat ini menjadi penyuplai 60% vaksin polio secara global. Dalam FGD ini tercatat pula pentingnya kerjasama antara pemerintah dan organisasi non-pemerintah (NGO) dalam mengatasi berbagai masalah kesehatan baik dalam lingkup nasional, regional maupun global.

Pelatihan GHD ini pun bukan yang pertama kali diadakan INDOHUN. Sebelumnya juga pernah digelar di Jakarta pada 2017 lalu yang diikuti 30 orang profesional kesehatan muda yang dipilih melalui seleksi yang sangat ketat. Setidaknya ada ratusan orang yang mendaftar di tahun 2017, dan angka tersebut terus bertambah dua kali lipat di tahun ini. Animo yang tinggi dari para pendaftar menunjukkan betapa pentingnya kegiatan GHD bagi para profesional kesehatan yang ingin mendapatkan pendidikan menjadi Diplomat Kesehatan yang handal. Kegiatan GHD tahun ini akan menjadi sangat berbeda dengan kualitas acara yang terus ditingkatkan dari tahun sebelumnya. Pendaftaran peserta GHD ini masih dibuka untuk program non-beasiswa. Formulir pendaftaran pelatihan ini dapat diakses melalui tautan INI.

"Fokus kami tahun ini adalah sistem kesehatan di era sekarang, tentunya tema ini akan dibedah oleh para trainers nasional dan internasional melalui berbagai materi dan praktek diplomasi yang telah kami susun secara khusu," jelas Fiqhi Rizky selaku Program Officer GHD tahun ini.

Registrasi disini: http://globalhealthdiplomacy.id/index.php#contentExecutive

Kontak Media:

Syayu Zhukhruffa
Communication Manager
Indonesia One Health University Network (INDOHUN)
G Building 3rd Floor, Room G316
Faculty of Public Health, Universitas Indonesia, Depok, West Java
phone/fax: +6221 29302084

Photo – https://photos.prnasia.com/prnh/20180808/2207092-1

Related Links :

Front Page

Artikel ini telah dibaca 69 kali

loading...
Baca Lainnya

Program Belt and Road dari Tiongkok hadirkan berbagai peluang baru dalam sinergi kesehatan transnasional

BEIJING, 1 Oktober, 2018 /PRNewswire/ — Program Belt and Road dari Tiongkok merayakan hari jadi...

1 Oktober 2018, 20:33 WIB

Pioneer Bantu Pengendara Mobil untuk Meningkatkan Mutu Audio dengan Jajaran Produk Tahun 2019 yakni Speakers, Subwoofers A-Series dan DEQ-S1000A Universal Sound Processor

SINGAPURA, KUALA LUMPUR, Malaysia dan BANGKOK, 1 Oktober 2018 /PRNewswire/ — Pioneer Electronics AsiaCentre, pemimpin...

1 Oktober 2018, 16:00 WIB

Bekraf Umumkan Wakil Indonesia Pavilion untuk Venice Art Biennale 2019

Menempati area booth 4x lebih besar, lebih dari 400 karya seni akan ditampilkan dalam satu...

1 Oktober 2018, 12:02 WIB

‘Beijing Opera’ tunjukkan kolaborasi yang luar biasa antara Kebudayaan Indonesia dan Tiongkok

JAKARTA, Indonesia, 30 September 2018 /PRNewswire/ — Sebagai bentuk apresiasi kebudayaan terbaik di dunia, Meikarta...

30 September 2018, 10:32 WIB

Locus Chain Foundation Bermitra dengan Republik Kongo untuk Mengembangkan Sistem Nasional yang Mutakhir

– Lembaga satuan tugas strategis akan memfasilitasi pembangunan sistem e-government Nasional berdasarkan platform blockchain Locus...

29 September 2018, 13:27 WIB

Memulai rencana penanaman pohon baru untuk restorasi hutan pencegah bencana

AEON Group Menanam Pohon Mangrove untuk Jakarta yang Lebih Baik Acara Peringatan 60 Tahun Hubungan...

28 September 2018, 15:53 WIB

loading...