Jumat, 25 Januari 2019 - 17:59 WIB

Jokowi lempar Kasus Pembunuhan Wartawan ke Yasonna

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan kepada Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly perihal desakan mencabut remisi perubahan kepada I Nyoman Susrama selaku otak pembunuhan wartawan Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa. 

Diketahui sebelumnya, pemberian remisi tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan Dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Penjara Sementara. Atas Keppres itu, terdapat 115 napi, termasuk Susrama yang mendapat remisi.

"Tanyakan Menkumham, kalau soal teknis tanyakan Menkumham," kata Jokowi di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/1). Namun demikian Jokowi tak menjawab tegas soal lebih lanjut remisi perubahan tersebut.

Seperti diketahui, pengadilan telah memutuskan Susrama terbukti merupakan pelaku sekaligus aktor intelektual yang mendalangi pembunuhan berencana terhadap Prabangsa. Saat mengeksekusi pembunuhan, dia dibantu enam pelaku lain.

Kasus ini bermula ketika Prabangsa menulis berita terkait dugaan korupsi sejumlah proyek Dinas Pendidikan di Kabupaten Bangli, Bali, sejak awal Desember 2008 hingga Januari 2009.

Salah satunya, berita terkait proyek pembangunan TK dan SD bertaraf Internasional di Bangli. Susrama adalah pemimpin proyek tersebut. Susrama marah atas pemberitaan yang ditulis redaktur Radar Bali, Jawa Pos Grup itu. 

Pembunuhan Prabangsa dilakukan di rumah Susrama, Banjar Petak, Bangli, pada 11 Februari 2009. Dia dieksekusi antara pukul 16.30 hingga 22.30 WIB. Usai menghabisi Prabangsa, jenazah korban dibuang ke laut di perairan Padang Bai, Karangasem, Bali.

Setelah dinyatakan hilang selama lima hari, Prabangsa kemudian ditemukan tak bernyawa di Teluk Bungsil, pada 16 Februari 2009.

Susrama lantas divonis seumur hidup. Sempat mengajukan banding sampai kasasi, hukuman adik kandung I Nengah Arwana, Bupati Bangli saat itu tak berubah.

Pemberian remisi tersebut dikecam. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Denpasar menilai remisi untuk Susrama merupakan langkah mundur penegakan kemerdekaan pers. Sebab selama ini tidak pernah ada kasus kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia yang diungkap secara tuntas dan dihukum berat, selain kasus ini.

[zombify_post]

Artikel ini telah dibaca 6050 kali

loading...
Baca Lainnya

Ternyata, Lucinta Luna Sudah Beristri, Polisi Bingung Masuk Ke Sel mana

Jakarta – Di luar penangkapan Lucinta Luna terkait narkoba, ada kisah yang lebih menyita atensi....

Ilustrasi

12 Februari 2020, 14:14 WIB

Ditangkap, Identitas Lucinta Luna Terungkap, Pipis berdiri

Jakarta – Lucinta Luna ditangkap tim satnarkoba Polres Jakarta Barat, Selasa (11/2) pagi. Ia diamankan...

Ilustrasi

12 Februari 2020, 10:47 WIB

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju

Beragam pemikiran tentang optimisme Indonesia pada masa mendatang, tentunya membutuhkan prakondisi yang harus segera diwujudkan...

14 Desember 2019, 12:00 WIB

Cerita Pelaku Pembunuh, Onani Diatas Mayat Wanita Yang Habis Diperkosa

DelikStory – Shalahudin Al Ayyubi (24) kini harus mendekam di penjara setelah ditangkap polisi terkait...

Ilustrasi Pemerkosaan

11 Oktober 2019, 10:01 WIB

Baru Nikah, Istri Kedapatan Suami Tanpa Busana Bareng Adik

Delikstory – Pria di Surabaya ini, tergoda dengan tubuh aduhai sang adik yang masih duduk...

Ilustrasi Pemerkosaan

28 September 2019, 12:42 WIB

Miris Banget, Gadis 16 Tahun Diperkosa bergilir, Ini yang terjadi

Delikstory – Gadis 16 tahun sebut saja bunga warga desa Cimanggu, Kecamatan Cikembar kabupaten Sukabumi,...

Ilustrasi Pemerkosaan

22 September 2019, 18:39 WIB

loading...