Maluku Utara

Jumat, 3 Mei 2019 - 11:09 WIB

2 minggu yang lalu

logo

Dinkes Tidore sita Minyak Goreng

Dinkes Tidore sita Minyak Goreng

Jelang Ramadhan, Dinkes Tidore Sita Minyak Goreng Kadaluarsa

Tidore – Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan melakukan pengawasan kualitas bahan pangan terhadap sejumlah bahan makanan yang dijual di toko dan kios yang ada di Kota Tidore Kepulauan,yang berlangsung pada Selasa (30/4) lalu.

Dalam pengawasan kualitas bahan pangan itu, petugas berhasil menyita ratusan jenis produk yang telah melewati masa expired (kadaluarsa) seperti minyak goreng, susu untuk bayi, kecap, makanan ringan, dan minuman kaleng.

Selain menyita produk expired, petugas juga menyasar produk yang mengalami kerusakan, seperti pembungkus yang tersobek atau pun kerusakan pada bagian lainnya,” Kami melakukan pengawasan kualitas bahan pangan di sekitar 60 toko dan kios yang ada di Kecamatan Tidore. Jadi bahan kadaluarsa dan rusak kita tarik untuk dimusnakan,” kata Indah, salah satu staf di Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olahraga di Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan,Jumat (3/5).

Dikatakannya, dalam melakukan pengawasan kualitas bahan pangan pihaknya memberikan edukasi kepada pemilik toko atau pun kios agar saat membeli barang-barang untuk dijual, supaya memperhatikan masa expired yang tertera pada kemasan barang tersebut. Sehingga pada pengawasan kali ini jumlah barang yang expired sudah agak berkurang dari tahun sebelumnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Abdullah Maradjabessy kepada awak media menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pengawasan bahan pangan dilakukan satu kali dalam satu tahun. Dan saat ini dilakukan bertepatan dengan momen masuknya Ramadhan.

Dijelaskan, bahwa pengawasan bahan pangan ini bertujuan agar para pedagang tidak menjual bahan yang telah kadaluarsa ke masyarakat, karana dapat merugikan masyarakat akibat efek buruk yang ditimbulkan,” Tujuannya supaya jangan sampai pedagang jual barang yang sudah lewat masa kadaluarsanya karena efeknya tidak baik bila dikonsumsi,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 373 kali

Baca Lainnya
loading…