Rabu, 21 Agustus 2019 - 12:45 WIB

Ibu Ayu terlihat pingsan di depan kantor BPJS Kesehatan, Rabu (21/8). (foto Ical)

Ibu Ayu terlihat pingsan di depan kantor BPJS Kesehatan, Rabu (21/8). (foto Ical)

Masyarakat Pasaman Keluhkan Pelayanan BPJS Kesehatan

Pasaman, – Baru – baru ini sejumlah masyarakat Kabupaten Pasaman mengeluhkan pelayanan BPJS Kesehatan Kabupaten Pasaman.

Hal ini disebabkan karena banyaknya antrian masyarakat yang akan mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan dari rekomendasi Dinas Sosial Kabupaten Pasaman.

Ayu salah satu masyarakat dari Kecamatan Rao merasa dipersulit, bahkan ia mengeluhkan pelayanan BPJS ini karena merasa tidak dipedulikan oleh petugas disana.

Diakui Ayu, saat ia ingin mendaftarkan diri di BPJS, sudah tiga hari tidak kunjung dipedulikan hingga hingga membuat ayu merasa kecewa.

“Saya sudah menunggu ini lebih dari Tiga hari, akan tetapi belum kunjung selesai urusan di kantor ini,” jelas Ayu kepada awak media, Rabu (20/8).

“Untuk hari ini saya sudah menunggu dari jam 10 pagi tadi, tapi pihak BPJS selalu berdalih bahwa mereka kehabisan nomor antrian, dari sekian banyak orang datang kesini tidak satupun yang sudah diselesaikan urusannya oleh pihak BPJS, padahal kami disini masarakat Pasaman,” kesal Ayu yang dalam kondisi hamil tersebut.

Pantauan awak media, ibu Ayu sempat pingsan di depan kantor BPJS Kesehatan itu.

Sementara Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Pasaman Syafrudin ketika dikonfirmasi membenarkan batasan nomor antrian itu hanya 200 nomor.

“Nomor antrian itu pagi sudah dibagi karena tidak sanggup melayani, nomor antrian dibagi 200,  masyarakat yang datang 500, yang 200 itu melayaninya sampai jam 8 malam” kata Sayrudin, Rabu siang (21/8).

Syafrudin juga menyampaikan bahwa mulai besok pendaftaran peserta BPJS rekomendasi dari dinas sosial dibatasi, diprioritaskan bagi yang emergency dan itu sudah keputusan rapat dengan Bupati, Sekda dan Dinas Sosial Kabupaten Pasaman.

“Sejak tanggal 1 Agustus kemarin sudah 5.000 orang mendaftar, habis anggaran Pemda, jadi mulai besok dibatasi,” ujar Syafrudin.

Kemudian dijelaskannya, untuk rekomendasi dari dinas sosial berlaku hingga satu bulan. “Jadi pengurusannya tidak wajib hari itu juga,” jelas Kepala BPJS, Syafrudin.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 1536 kali

loading...
Baca Lainnya

Tiga Hari Operasi Zebra, Satlantas Pasaman Keluarkan 90 Lembar Tilang

Pasaman, – Memasuki hari ketiga Operasi Zebra Singgalang 2020, Satlantas Polres Pasaman sudah mengeluarkan 90...

29 Oktober 2020, 23:44 WIB

Reuni Perak SMANTIQ Kupang ’95, Sahabat Sepanjang Masa Bersama Kita Satu

Kupang – Alumni siswa SMA Negeri 3 (SMANTIQ) Kupang angkatan 1995 mengadakan baksos dan bantuan...

29 Oktober 2020, 23:25 WIB

Polres Payakumbuh dan 50 Kota Gagalkan Peredaran 135 Kg Ganja

Sumbar, – Polres Payakumbuh beserta Polres 50 Kota berhasil menggagalkan peredaran 135 Kg ganja kering...

Konferensi Pers Dirnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro, S.Ik didampingi Wadirnarkoba AKBP Fery Herlambang, S.Ik beserta Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira, S.Ik dan Kapolres 50 Kota AKBP Trisno Eko Santoso, S.Ik, Kamis (29/10/20).

29 Oktober 2020, 23:08 WIB

Ribuan Masyarakat Padati Lapangan Bola Kecamatan Amandraya

Nias Selatan, Deliknews.com – Ribuan masyarakat Kecamatan Amandraya menghadiri pengukuhan Tim Kampanye dan Tim Relawan...

29 Oktober 2020, 16:26 WIB

KPU Nisel Gelar Sosialisasi PKPU Nomor 8 Tahun 2017

Nias Selatan, Deliknews.com – KPU Kabupaten Nias Selatan menggelar Sosialisasi Pendaftaran pemantau pemilihan, lembaga survei...

28 Oktober 2020, 19:11 WIB

Kapolresta Tangerang Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Ini

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mendorong generasi muda untuk senantiasa...

28 Oktober 2020, 19:02 WIB

loading...