Sidoarjo – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mendorong optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tawangsari di Sidoarjo sebagai sumber utama penyediaan air bersih bagi masyarakat. Menurutnya, fasilitas tersebut memiliki potensi besar yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Hal itu disampaikan Bambang saat melakukan kunjungan di Sidoarjo, Kamis. Ia menyebutkan bahwa kapasitas produksi IPA Tawangsari saat ini mencapai sekitar 850 liter per detik, menjadikannya salah satu instalasi terbesar di wilayah tersebut.

“Saat ini, kapasitas produksi IPA Tawangsari mencapai sekitar 850 liter per detik dan menjadi salah satu yang terbesar di wilayah tersebut,” ujarnya.

Bambang menilai sumber air baku IPA Tawangsari yang berasal dari Sungai Pelayaran memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan sumber lain, seperti Sungai Brantas. Tingkat kejernihan air yang lebih tinggi dinilai menjadi keunggulan tersendiri yang perlu dimaksimalkan.

“Air di Tawangsari ini sangat potensial, bahkan tingkat kejernihannya lebih baik. Tinggal bagaimana pengelolaan debit, terutama saat musim kemarau yang sering menurun,” katanya.

Ia menekankan bahwa pengelolaan debit air menjadi tantangan utama, khususnya saat musim kemarau ketika volume air cenderung berkurang. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang baik agar pasokan air tetap stabil sepanjang tahun.

Selain itu, Bambang juga menyoroti pentingnya peran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dalam mengatur pintu air. Menurutnya, manajemen pintu air yang optimal akan sangat berpengaruh terhadap ketersediaan air baku bagi IPA Tawangsari.

Ia juga meminta adanya perbaikan infrastruktur pendukung, seperti pelengsengan yang mengalami keretakan. Jika tidak segera diperbaiki, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan kebocoran air yang berdampak pada berkurangnya pasokan.

Sementara itu, Anggota DPRD Sidoarjo, Supriyono, menegaskan bahwa peningkatan layanan air minum tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga memerlukan dukungan anggaran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Cakupan layanan air minum di Sidoarjo masih sekitar 37 persen. Kami dorong bisa naik hingga 50 persen, tapi itu butuh sinergi,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Operasional PDAM Delta Tirta Sidoarjo, Syaifudin, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan langkah konkret untuk memperluas layanan air bersih.

“Tahun ini kami mendapat bantuan untuk sekitar seribu sambungan rumah. Harapannya, ke depan dukungan ini terus meningkat,” katanya.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan optimalisasi IPA Tawangsari dapat meningkatkan cakupan layanan air bersih di Sidoarjo secara signifikan.