Minggu, 22 September 2019 - 17:10 WIB

Imam Nahrawi

Imam Nahrawi

Ajukan Praperadilan, Keluarga Imam Nahrawi melawan

Sidoarjo – Keluarga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi, bersama tim kuasa hukumnya, berencana mengajukan upaya praperadilan, menyusul status tersangka kasus suap yang saat ini dikenakan Nahrawi.

Hal itu diungkapkan oleh adik kandung Nahrawi, Syamsul Arifin. Menurutnya permohonan praperadilan tersebut, saat ini menjadi salah satu opsi yang bisa ditempuh oleh tim kuasa hukum untuk pembelaan kakaknya.

“Soal praperadilan nanti juga akan menjadi salah satu pertimbangan untuk bisa diajukan. Karena semuanya ya kita harus memegang azas praduga tak bersalah, itu yang paling penting,” kata Syamsul, ditemui di Sidoarjo, Jatim, Minggu (22/9).

Saat ini, kata Syamsul, tim kuasa hukum Nahrawi telah melakukan persiapan untuk melakukan langkah pendampingan hukum. Termasuk pula praperadilan. Hasil kerjanya pun bakal bisa dilihat dalam waktu dekat.

“Sudah banyak tim advokat yang sudah melakukan persiapan, jadi baik dari unsur akademik maupun advokat di luar, tinggal dalam waktu dekat ini ada tim yang koordinir khusus, fokusnya di Jakarta,” kata dia.

Tim kuasa hukum Nahrawi terdiri dari sejumlah elemen masyarakat, di antaranya bahkan berasal dari kalangan akademisi Ikatan Alumni (IKA) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yang telah menyiapkan 99 advokat.

“Sementara ini dari berbagai unsur, berbagai daerah, terutama dari Jatim, seperti IKA UINSA sudah menyiapkan 99 pengacara yang disiapkan untuk membela Mas Imam,” tutur politisi PKB ini.

Dengan upaya praperadilan ini, Syamsul berharap nama sang kakak menjadi pulih. Ia pun yakin bahwa Nahrawi tak terlibat perkara suap seperti yang dituduhkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Syamsul menyebut, KPK telah gegabah menetapkan Nahrawi sebagai tersangka, padahal klaim dia, KPK juga belum berhasil menemukan bukti apapun tentang keterlibatan Nahrawi.

“Pastinya begitulah, artinya ini kan dengan status seperti itu aja suatu pembunuhan karakter, bagaimana masyarakat mencibir, dan memvonis Imam Nahrawi salah, padahal belum tentu salah,” katanya.

Kendati demikian, pihak Nahrawi, kata Syamsul, menghargai setiap proses hukum yang berlaku. Keluarganya pun berterima kasih dan siap memberi dukungan terhadap sang kakak.

“Keluarga dalam hal ini menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap semuanya, keluarga sifatnya mendorong mendukung dan mendoakan,” ujar Syamsul.

Artikel ini telah dibaca 969 kali

loading...
Baca Lainnya

Perlindungan HAM di Indonesia Alami Kemajuan

Oleh : Endah Reni Perlindungan HAM di Indonesia terus mengalami kemajuan. Selain telah meratifikasi perjanjian...

10 Desember 2019, 14:38 WIB

Lihat, Cerita Bambang Haryo dirawat dokter yang kini jadi Menteri

Jakarta – Sekira bulan Mei 2016, suara lantang Bambang haryo Soekartono memperjuangkan rakyat di gedung...

Bambang Haryo Soekartono

10 Desember 2019, 11:22 WIB

Bambang Haryo Sebut Pemerintah Tekan Maskapai Turunkan Tarif Tanpa Kajian Bahayakan Penerbangan

JAKARTA – Kementerian Perhubungan tidak boleh menekan maskapai penerbangan untuk menurunkan tarif pesawat tanpa didasarkan...

Bambang Haryo Soekartono

9 Desember 2019, 23:01 WIB

MENGGAGAS WISATA TOLERANSI DI BAGANSIAPIAPI

Bastian Zulyeno, PhD. Staf Pengajar FIB-UI Tempat wisata tidak pernah membedakan suku, agama, dan bangsa....

9 Desember 2019, 22:26 WIB

Bambang Haryo Ungkap Perencanaan Kereta Api Buruk, Mahal dan Tak Optimal

Jakarta – Praktisi dan pemerhati masalah transportasi logistik, Bambang Haryo Soekartono menilai, pembangunan proyek light...

Bambang Haryo Soekartono

9 Desember 2019, 17:56 WIB

Jelang Munas PERADI 2020. Petarungan Visi Misi Otto Dan Ricardo

JAKARTA – Menjelang Musyawarah Nasional (Munas) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) yang akan digelar pada pertengahan...

8 Desember 2019, 21:03 WIB

loading...