Surabaya – Stasiun Wonokromo nampaknya menjadi surga para pejudi dan pelaku prostitusi kelas teri. Setiap malam antara pukul 20.00-03.00 WIB, wilayah ini berubah menjadi kasino judi dan prostitusi yang nyaris tak pernah disentuh polisi.

Pantauan Deliknews judi yang digelar di dalam area Stasiun Wonokromo adalah jenis judi dadu dan judi jenis cap jie kie. Menariknya para pelaku judi merasa aman dan tak ada rasa takut kepada aparat. Saking amannya wilayah ini dari pantauan polisi, perputaran uang setiap harinya di area judi ini mencapai ratusan juta Rupiah. Bahkan pejudi yang datang ke lokasi ini tak hanya dari Surabaya saja melainkan juga dari Sidoarjo, Malang .
” Pada penjudi yang datang kesini tidakbganya dari surabaya aja mas.Melainkan juga ada yang dari Sidoarjo ataupun Malang” ucap salah satu sumber yang tak mau disebutkan namanya

Semakin latut , semakin ramai stasiun Wonokromo. Tak hanya dijadilan lokasi judi yang berada di sisi timur , Stasiun Wonokromo juga dijadikan praktik prostitusi, terlihat beberapa PSK nampak hilir mudik menjajakan diri.” Murah mas kalau ‘main’ disini ” ucap salah satu wanita kepada Deliknews.com
Harga yang ditawarkan para PSK tersebut beragam dan bisa negosiasi. Harga untuk sekali kencan berkisar 150 ribu hingga 300 ribu

Malam yang pekat semakin mengelilingi stasoun Wonomromo. Dibeberapa sudut terlihat beberapa orang berbadan tegap. Mereka mengawasi setiap orang yang ada. Diduga pria berbadan yegap tersebut adalah para preman ataupun oknum aparat yang mendapat jatah dari para bandar judi.

Beberapa waktu lalu pihak kepolisian yang mendapat laporan masyarakat terkait judi ini langsung bergerak. Dan, berhasil mengamankan beberapa orang pelaku judi.
Ada infotmasi bahwa praktik perjudian dan prostitusi di Wonokromo sulit untuk dibasmi. Selain adanya oknum yang berjaga ada juga bahasa bahwa bandar judi telah menyewa lahan kepada pihak KAI sehingga mereka bebas saja disana.
Hal. Zaenuri Wakatobi DAOP 8 Suranaya mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah menyewakan lahan kepada para pelaku judi. Sehingga, pihak KAI membiarkan praktek perjudian ” Kita nggak pernah menyewakan lahan kepada para penjudi. Malah kami ingin tempat tersebut disterilkan” katanya melalui WA
Zaenuri juga menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan gebrakan bersih bersih bersama instansi terkait ” Nanti kita akan melakukan gebrakan dengan koordinasi instansi terkait. Insya Allah Minggu depan kita akan melaksanakannya ” tuturnya

Terkait adanya informasi bahwa ada oknum KAI yang menerima jarah dari bandar judi, Zaenuri menegaskan dirinya tak bisa asal menuduh. Butuh waktu untuk bisa membuktikannya ” Saya nggak bisa asal tuduh. Saya akan koordinasi dan menyikapi tempat tersebut butuh waktu lama untuk bisa disterilkan.Minimal sebulan dan rutin melakukan giat bersih bersih ” katanya

Dilain pihak Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Iptu Ristianto mengaku bahwa pihaknya kesulitan melakukan penggerebekan karena adanya oknum-oknum dari jajaran lain yang berjaga disana “Saya sudah pernah nangkap disitu, terus mereka buka lagi. Disitu ada oknumnya juga. Saya dalam waktu dekat segera koordinasi dengan Polrestabes Surabaya Mas. Untuk tindak lanjutnya, masih menunggu petunjuk Kasat Reskrim,” tukasnya (zam)