Minggu, 1 Desember 2019 - 14:50 WIB

Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW, Kampung Pemabuk Banyu Urip Lor Bersholawat

Surabaya – Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan oleh Yayasan Sosial Yasin Tahlil Maghfiroh untuk menjalin silaturrahmi dengan warga Banyu Urip Lor II Surabaya. Acara yang dikemas secara sederhana ini mendapqt antusian tokoh masyarakat. Dari Lurah hingga Karang Taruna hadir untuk memperingati Maulid Nabi S.A.W bertajuk ” Banyu Urip Bersholawat ” Sabtu, (30/19).
Acara tersebut juga mengundang KH. Sholihin Yusuf, Wahid Syarifuddin (Gus Wahid), Hadrah dari Masjid Ampel

Ketua Yayasan Sosial Yasin Tahlil Maghfiroh H. Mulyono Sumanto mengatakan bahwa acara Maulid Nabi Muhammad S.A.W ini diselenggarakan agar warga disini mengingat Nabi dan Rosul kita serta gemar membaca Sholawat
” Karena Kampung Banyu Urip Lor 1 dikenal negatif, kampung pemabuk. Namun, Alhamdullillah dengan perjuangan kami semua yang tergabung dalam Yayasan Sosial Yasin Tahlil Maghfiroh,” katanya.

Ketua Panitia dan juga selaku Ta’mir Musholla Wakaf Maghfiroh, Holili menyatakan warga sangat mendukung dengan acara yang bertajuk Banyu Urip Bersholawat. Hal ini dilakukan agar Image sebagai kampung pemabuk bisa dihapuskan “Ya sebetulnya kami didukung oleh warga yang peduli dengan masa depan anak mas, karena walaupun orang tuanya pemabuk, tidak mungkin anaknya disuruh mabuk. Dan para orang tua yang dulunya sering mabuk sekarang taubat bahkan aktif belajar ngaji serta aktif bersosialisasi dalam kebaikan, urusan keagaamaan, juga menggalang dana untuk fakir miskin, janda dan dua tua, yatim piatu, serta pengajian Maulid Nabi kali ini murni sumbangan dari warga Banyu Urip dan Donatur dari berbagai kalangan, ” paparnya.

Hafidz atau dikenal dengan Aba Abunawas menambahkan bahwa tokoh masyarakat yang berada di kampung Banyu Urip Lor ini hanya bisa memberikan sesuatu yang bisa bermanfaat. Daripada selamanya kampung Banyu Urip Lor dikenal Sebagai kampung pemabuk, “Kami selaku penasehat hanya ingin memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi warga disini, sebab kampung ini dulunya dikenal negatif, tapi berkat perantara Yayasan Maghfiroh para warga Banyu Urip Lor 1 sudah banyak perubahan dalam semua aspek, ya seperti mengaji di Musholla Maghfiroh, pengajian rutin, bahkan kedepan akan kami agendakan kegiatan Hadrah dari Yayasan Sosial Yasin Tahlil Maghfiroh, supaya bisa lebih maju dan menambah kegiatan positif,”jelasnya (one/zam)

Artikel ini telah dibaca 605 kali

loading...
Baca Lainnya

1 Buah Rumah Hangus Terbakar di Desa Hayaping

Barito Timur, Kalteng, deliknews – Kebakaran terjadi di jalan Pembangunan Desa Hayaping RT 01 RW...

19 Januari 2021, 08:27 WIB

Mobil Ikatan Bikers Bartim mengalami Kecelakaan Saat Angkut Obat dan Makanan Untuk Korban Banjir

Barito Timur, Kalteng, Deliknews – Rombongan Ikatan Bikers Barito Timur mengalami kecelakaan lalu lintas saat...

19 Januari 2021, 00:07 WIB

Dimsum Koe Surabaya, Harga Dimsum Murah Bila Dibandingkan Dengan Rasanya Lezat

Surabaya, deliknews – bagi penggemar makanan jajanan khas dari negeri negeri Bambu (China) bisa mengunjungi...

7 Januari 2021, 21:49 WIB

Acara Serah Terima Jabatan dan Pisah Sambut Kalapas Kelas II B Muara Teweh

Muara Teweh, Deliknews.com – Wakil Bupati Barito Utara Sugianto Panala Putra, menghadiri kegiatan serah terima...

30 Desember 2020, 17:41 WIB

Dinsos dan BPBD Barut Menyerahkan Bantuan Untuk Korban Kebakaran di Lahei II

Muara Teweh, Deliknews.com – Penyerahan bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara melalui Badan Penanggulangan...

29 Desember 2020, 16:53 WIB

Si Jago Merah Menghanguskan 3 Rumah Warga di Kelurahan Lahei II

Muara Teweh – Peristiwa kebakaran yang menghanguskan 3 rumah milik warga terjadi di Kelurahan Lahei...

28 Desember 2020, 19:50 WIB

loading...