Rabu, 18 November 2020 - 21:50 WIB

Menarik! Dibuka Kalemdiklat Polri, 10.250 Bintara Ikuti Program Transformasi Diri

JAKARTA – Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Arief Sulistyanto membuka kegiatan Program Transformasi Diri untuk Peserta Didik Pendidikan dan Pembentukan Bintara Tahun Ajaran 2020/2021 secara daring, Rabu (18/11/2020).

Mengusung tema ‘IHT One Day Coach Serdik Diktukba Polri, event terbesar di Lemdiklat Polri yang diikuti sekitar 10.250 Bintara dari Sabang hingga Merauke itu melibatkan ESQ dalam kolaborasinya.

Kegiatan 31 Sekolah Polisi Negara (SPN) dan 1 Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lemdiklat Polri tersebut dipandu oleh Coach Iman Herdimansyah dan Asisten Rudi (Trainer Lisensi dari Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian).

Kalemdiklat Polri Komjen Pol. Arief Sulistyanto dalam sambutannya mengatakan, polisi memiliki misi yang sangat mulia. Dia bekerja diantara dan di dalam kehidupan manusia untuk menegakkan amar ma’ruf dan mencegah kemunkaran.

Misi ini, ucapnya, tidak akan bisa berjalan efektif kalau polisi tidak mengenal siapa yang dihadapi – siapa yang dilayani. “Dia juga harus memahami apa hakekat dari tugas dan kewajiban serta kewenangan yang sarat dengan etika moralitas dan pedoman nilai-nilai dalam ikatan integritas,” terang Komjen Arief.

Menurutnya, semua harus ditanamkan kuat-kuat dalam diri setiap anggota Polri agar terpateri dalam hati sanubarinya yang akan menjadi kompas kehidupan, baik dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri maupun sebagai pribadi.

Tribrata dan Catur Prasetya adalah doktrin yang sarat dengan nilai dan etika kepolisian.

“Catur Prasetya sebagai pedoman kerja anggota Polri merupakan panduan tata perilaku dalam menjalankan tugas sebagai kontribusi dalam kehidupan, kalau dalam piramida yang diajarkan Pak Ary Ginanjar merupakan tangga atau level keenam,” papar Komjen Arief.

Ditambahkan, Tribrata sebagai pedoman hidup setiap anggota Polri merupakan panduan moral yang sarat dengan nilai-nilai luhur yang harus dijadikan pedoman moral dalam setiap 2 langkah kehidupannya.

Sehingga dapat memahami makna dan tujuan luhur profesi kepolisian yang harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku, cara berfikir dan bertindak. Bisa mencapai puncak yang akan menjawab pertanyaan, Grand Why: Untuk apa dan mengapa saya harus berperilaku baik, karena semua yang kita lakukan dilandasi dengan niat beribadah kepada Allah SWT.

“Dengan keyakinan itu maka diharapkan akan tertanam keyakinan dan tekad yang kuat,Saya harus berbuat baik karena untuk kebaikan kehidupan manusia.  Saya tidak boleh salah karena Allah SWT akan selalu mengawasi. Saya tidak akan pernah takut dan khawatir karena Allah SWT akan memberi petunjuk dan membantu,” urai Komjen Arief.

“Saya akan bekerja dengan ikhlas karena semua yang saya lakukan: sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya karena Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa. Kalau semua insan Polri sudah memiliki mind set seperti ini maka tidak akan ada lagi penyimpangan, tidak akan ada lagi komplain dari masyarakat, itulah sebenarnya tujuan luhur keberadaan Polri di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu aktivitas calon polisi yang mengikuti kegiatan tersebut berlangsung sangat ramai dan gemuruh, penuh semangat, nampak dari layar zoom studio lantai 18 Menara 165.

Trainer ESQ membeberkan modal sukses polisi dalam waktu 7 bulan ke depan bahkan lebih. Semuanya berhubungan dengan Tribrata yaitu Physical Happiness (IQ), Emotional Happiness (EQ), dan Spiritual Happiness (SQ).

“Ikuti ini sebagai sebuah kalimat afirmasi. Saya seorang polisi yang cakap menguasai tugas-tugas polisi (IQ), yang peka terhadap rasa (EQ), dan sepenuhnya sadar berbakti kepada Tuhan melalui bakti kepada bangsa dan negara (SQ),” papar Iman sambil menaruh tangan kanannya di dada diikuti ribuan Bintara.

Para Bintara ditanya oleh Coach Iman bahwa dimanakah pusat pengendalinya dari ketiga modal itu, apakah IQ, EQ, atau SQ? Mereka serentak menjawab spiritualitas.

“Ya, itulah spiritualitas sebagai pusat kesadaran kita sebagai seorang polisi. Ternyata sudah berada di titik tengah yang ada di atas topimu juga pangkatmu yakni 3 bintang Tribrata,” jelas trainer lisensi Ary Ginanjar itu.

Menurutnya, Tribrata itu berbunyi Rastra Sewakottama (Berbakti kepada Nusa dan Bangsa dengan penuh ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa).

Tak hanya itu, Iman menjelaskan secara gamblang tentang 3 mental state di antaranya Gerakan tubuh yang bisa membangun semangat, Kata-kata yang mempengaruhi emosi, Fokus dengan apa yang akan dicapai. Namun, semua itu tentu dalam hal-hal yang positif.

“Ilmu ini sangat sederhana, bisa di bawa pulang dan memperbaiki diri dengan waktu cepat yakni tentang Mental State atau keadaan mental terbaik dari setiap orang,” tutup Coach Iman dengan sangat antusiasme dan gerak tubuh yang enerjik.

Artikel ini telah dibaca 110 kali

loading...
Baca Lainnya

UU Cipta Kerja Mendorong Kesejahteraan Rakyat

Oleh : Lisa Pamungkas Pemerintah berusaha membangkitkan kembali ekonomi Indonesia, dengan meresmikan UU Cipta Kerja....

29 November 2020, 17:21 WIB

Kerumunan Rizieq Shihab Timbulkan Klaster Baru Corona Perlu Ditindak Tegas

Oleh : Dodik Prasetyo Rizieq Shihab membuat ulah dengan sengaja mengundang 10.000 orang dalam pesta...

29 November 2020, 15:52 WIB

Masyarakat Papua Menolak Provokasi Benny Wenda

Oleh : Yusaac Wakum Salah satu pentolan gerakan separatis Papua, Benny Wenda terus memprovokasi masyarakat...

29 November 2020, 12:57 WIB

Masyarakat Sambut Positif Program Vaksinasi Covid-19

Oleh : Deka Prawira Ketika pandemi sudah kita lewati selama lebih dari 8 bulan, ada...

29 November 2020, 12:51 WIB

Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat Mempercepat Penanganan Covid-19

Oleh : Andi Atgas Pandemi covid-19 telah kita lalui selama berbulan-bulan, namun kita tak boleh...

29 November 2020, 03:13 WIB

Masyarakat Mendukung Penerapan UU Cipta Kerja

Oleh : Dodik Prasetyo UU Cipta Kerja yang diresmikan oktober 2020 lalu baru bisa dijalankan...

29 November 2020, 03:05 WIB

loading...