Sidoarjo – Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong penguatan identitas pariwisata Kabupaten Sidoarjo melalui branding berbasis potensi lokal, khususnya komoditas bandeng dan udang windu yang selama ini menjadi ciri khas daerah tersebut.
Hal itu disampaikan Bambang Haryo Soekartono atau BHS saat menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kementerian Pariwisata di Sidoarjo, Jumat. Menurutnya, penguatan jenama daerah menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah persaingan sektor pariwisata nasional.
“Branding itu adalah merek. Sidoarjo sudah punya karakter kuat, yaitu bandeng dan udang windu. Ini harus dibesarkan sebagai ciri khas daerah dan tidak boleh hilang,” ujar Bambang.
Ia menilai Sidoarjo memiliki modal besar dalam membangun citra wisata berbasis produk unggulan daerah. Selain dikenal sebagai daerah penghasil bandeng dan udang windu, Sidoarjo juga memiliki berbagai potensi wisata pesisir yang dapat dikembangkan secara terintegrasi dengan sektor kuliner dan ekonomi kreatif.
Menurut Bambang, keberadaan produk olahan berbasis bandeng dan udang seharusnya menjadi bagian dari identitas visual maupun budaya daerah. Ia menyebut ciri khas tersebut perlu diperlihatkan secara konsisten di berbagai ruang publik, pusat kuliner, hingga destinasi wisata.
“Keberadaan produk olahan berbasis bandeng dan udang harus menjadi bagian tak terpisahkan dari wajah Sidoarjo,” katanya.
Selain kuliner khas, BHS juga menyoroti potensi kawasan pantai dan wisata pesisir yang dimiliki Sidoarjo. Ia menilai keterkaitan antara kawasan pesisir dengan komoditas unggulan daerah dapat menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun konsep wisata berbasis lokalitas.
“Pantai di Sidoarjo memiliki potensi karena terkait langsung dengan komoditas udang dan bandeng. Ini harus diangkat sebagai bagian dari daya tarik wisata,” ujarnya.
Bambang mengatakan posisi geografis Sidoarjo juga menjadi nilai tambah bagi pengembangan sektor pariwisata. Kabupaten tersebut berada di kawasan strategis yang terhubung dengan sejumlah daerah dengan aktivitas ekonomi tinggi, termasuk Surabaya.
Menurutnya, dukungan infrastruktur seperti jalan tol, terminal, dan keberadaan bandara menjadi faktor penting yang membuat Sidoarjo berpeluang berkembang sebagai pusat transit wisata di Jawa Timur.
“Sidoarjo bisa menjadi hub bagi wisatawan yang menuju berbagai destinasi seperti Bromo. Ini peluang besar untuk mengembangkan sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, dan infrastruktur pendukung lainnya,” katanya.
Ia menilai penguatan branding daerah harus dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dengan identitas yang kuat, Sidoarjo dinilai dapat meningkatkan daya saing sektor pariwisata sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Sidoarjo Yudhi Irianto mengatakan pihaknya terus mendorong pengembangan identitas wisata daerah melalui kolaborasi lintas sektor.
“Kami akan mengoptimalkan potensi yang ada, termasuk kuliner khas dan wisata pesisir, sebagai bagian dari strategi branding Sidoarjo. Ini penting agar memiliki daya saing di tingkat nasional,” ujar Yudhi.
