SURABAYA – Warga Jalan Dukuh Menanggal Gang IX, Surabaya, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pemuda yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Rabu (13/5/2026) pagi. Korban diketahui bernama Haidar Yusuf (19), seorang pengemudi ojek online (gofood) yang berdomisili di sebuah rumah kontrakan nomor 21A.

Jasad Haidar pertama kali ditemukan oleh saksi Ratna Indrisari, penjaga rumah, sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, Ratna hendak membersihkan rumah dan merasa curiga karena panggilan berkali-kali tidak direspons oleh korban.

“Korban saya panggil beberapa kali tidak ada jawaban. Biasanya lampu tidak dipadamkan, saat saya masuk dan nyalakan lampu, terlihat korban sudah gantung diri menggunakan sarung,” ujar Ratna dalam keterangannya kepada petugas di lokasi kejadian.

Fakta mengejutkan diungkapkan oleh saksi lain, Ywining Tyasasih, yang merupakan tetangga korban. Ia mengaku sempat berinteraksi dengan Haidar pada malam sebelum kejadian, di mana korban sempat meminjam tali tampar kepadanya.

“Semalam korban meminjam tali tampar ke saya. Saya tanya buat apa, jawabannya buat bunuh diri. Saya kaget dan bilang ‘ojok ngawur’ (jangan ngawur), setelah itu tidak ada komunikasi lagi,” ungkap Ywining. Ia tidak menyangka ucapan korban tersebut merupakan niat yang sungguh-sungguh.

Pihak keluarga yang datang dari Sidoarjo tampak terpukul dengan kejadian ini. Menurut mereka, Haidar sebelumnya baru saja pulang ke rumah dan terlihat sangat normal tanpa menunjukkan tanda-tanda depresi.

“Dia habis pulang ke rumah bersama temannya, bercanda gurau dan sambil ketawa-ketawa. Eh, tidak taunya kami malah mendapat kabar anak saya meninggal bunuh diri,” tutur salah satu anggota keluarga korban dengan nada tidak percaya.

Tim TGC (Tim Gerak Cepat) yang tiba di lokasi menyatakan korban diperkirakan meninggal dunia sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Tak lama berselang, Tim Inafis Polrestabes Surabaya tiba pada pukul 09.10 WIB untuk melakukan olah TKP guna memastikan penyebab kematian.

Hingga saat ini, motif pemuda yang telah mengontrak selama satu tahun tersebut nekat mengakhiri hidupnya masih menjadi misteri. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut.

“Motif masih belum diketahui dan saat ini masih dalam pemeriksaan serta penggalian data lebih dalam oleh jajaran Polsek Gayungan,” tulis laporan petugas di lapangan. Jenazah korban kini telah dievakuasi ke RS Bhayangkara menggunakan ambulans Dinas Sosial Surabaya.