Ada Kerumunan Massa di BRI Lubuk Sikaping Tanpa Menjaga Jarak

Pasaman, – Ada kerumunan massa di BRI Kantor Cabang Lubuk Sikaping tanpa menjaga jarak berpotensi mempermudah penyebaran Covid-19, pada Jum’at 16 April 2021 kemarin.

Diketahui, Presiden Jokowi dan jajaran pemerintah telah berulang kali menegaskan agar disiplin menjalankan protokol kesehatan dengan menjaga 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak minimal 1 meter. Namun sepertinya masih ada instansi tertentu yang terkesan mengabaikan intruksi tersebut.

Terpantau di halaman Kantor BRI Lubuk Sikaping banyak masyarakat berkerumunan, ada yang disediakan tempat duduk, dan ada yang hanya berdiri namun tidak menjaga jarak.

Baca juga: Laksanakan Perintah Kapolri Soal Covid-19, Ini yang Dilakukan Polda NTB

Covid-19 Meningkat, Gubernur Sumbar Himbau Bupati dan Wako Tegas Penerapan Prokes

Menurut informasi yang diterima, masyarakat berkerumunan tanpa jaga jarak itu dikabarkan untuk melakukan pengurusan pencairan Bantuan Non Tunai. Masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan, atau BRI yang belum mampu menyalurkan bantuan dengan mematuhi protokol kesehatan?

Atas persoalan tersebut, deliknews.com telah mengonfirmasi BRI Kantor Cabang Lubuk Sikaping via surat dan diterima pihak BRI pada 17 April 2021.

Deliknews.com mengajukan beberapa pertanyakan diantaranya kenapa BRI Cabang Lubuk Sikaping membuat kerumunan massa tanpa mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan tidak menjaga jarak.

Kemudian apakah BRI sudah mimiliki izin keramaian dari kepolisian atau Satgas Covid-19, juga bagaimana pertanggungjawaban BRI atas kerumunan massa yang berpotensi mempermudah penyebaran Covid-19. Hingga berita ini ditayangkan belum ada penjelasan dari BRI.

Disisi lain, diketahui kasus positif Covid-19 di Provinsi Sumatra Barat masih terus meningkat. Hingga Jumat (16/4/21) pekan lalu menurut Juru Bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sumbar Jasman Rizal, kasus positif Covid-19 menyentuh 506 kasus, dan pada Kamis (29/4/21) jumlah warga Sumbar terpapar Covid-19 bertambah di angka 286 orang.

Sebelumnya, pada November 2020 lalu, Kapolri Idham Aziz telah mengeluarkan surat telegram terkait penegakan protokol kesehatan Covid-19. Surat telegram bernomor ST/3220/XI/KES.7./2020 tertanggal 16 November 2020 itu ditandatangani oleh Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Salah satu perintah dalam surat itu adalah agar jajaran kepolisian menegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap pelanggar protokol kesehatan yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

(Darlin)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
ADVERTISEMENT
Login Areal