Covid-19 Meningkat, Gubernur Sumbar Himbau Bupati dan Wako Tegas Penerapan Prokes

Padang – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengaku amat prihatin dengan kondisi melonjaknya angka konfirmasi penderita Covid-19 di Sumatera Barat, yang mencapai 514 kasus, untuk itu ia menghimbau kepada pemerintah kabupaten dan kota tegas menjalankan protokol kesehatan.

Hal itu diungkapkan Mahyeldi dalam Rakor melalui vidcon bersama DPRD Sumbar, jajaran Forkopimda, seluruh bupati, walikota, ketua MUI dan instansi terkait lainnya, di auditorium gubernuran, Kamis (22/4/21).

“Diimbau untuk melakukan langkah strategis, tentunya hal ini penerapan prilaku 3M (memakai masker, mencuci tangan dan Mlmenjaga jarak) ditengah masyarakat Sumbar dinilai sudah semakin kendor,” tegas Mahyeldi.

Menurut Gubernur, kendala untuk 3T ini, masih kurangnya tenaga tracing karena juga merangkap sebagai vaksinator. Soslusinya adalah menambah tenaga tracing dengan melibatkan perangkat Babinsa dan Babinkamtibmas, termasuk perangkat pemerintahan dibawah dalam melakukan pengawasan warga yang diisolasi di rumah. Perda Nomor 6 tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru ( AKB) dapat menjadi landasan aturan penegakan disiplin prokes, termasuk program dan kegiatan Kongsi Covid dan Nagari Tageh harus dioptimalkan.

“Kepada seluruh komponen pembangunan daerah dari Bupati dan Walikota hingga ke lingkup pemerintahan nagari dan kelurahan sebagai ujung tombak kepada masyarakat di daerah agar selalu mengingatkan masyarakatnya untuk selalu melakukan disiplin protokol kesehatan dimasing-masing wilayah kerjanya. Mari berkerja sama, saling mengingatkan dan mematuhi protokol kesehatan serta mengoptimalkan vaksinisasi, sehingga penularan Covid-19 bisa dicegah secara dini,” himbaunya, dilansir dari Biro Humas Sumbar.

Sekaitan dengan vaksinasi di Sumbar dalam tahap pertama sudah dilakukan semenjak tanggal 13 Januari 2021 Dimulai dari pencanangan di pusat dengan penyuntikan pertama kepada Bapak Presiden Republik Indonesia. Kemudian diikuti oleh pejabat-pejabat provinsi dan tanggal 15 dilanjutkan oleh bupati/wali kota dan pejabat di 19 kabupaten/kota se- Sumbar.

Juru Bicara Covid Jasman Rizal dalam web sumbarprov.go.id menyampaikan, total sampai hari ini telah 35.202 orang Warga Sumbar terinfeksi covid-19. Terjadi penambahan 286 orang warga sumbar positif terinfeksi covid-19. Sembuh bertambah 100 orang, sehingga total sembuh 32.188 orang

“Spesimen sampai Kamis (22/4/2021), jumlah Spesimen diperiksa 638.799, jumlah Orang diperiksa: 429.011 dan Positivity Rate (PR): 8,21%. Total 35.202 orang yang telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 di Provinsi Sumatera Barat dengan rincian: dirawat di berbagai rumah sakit 433 orang (1,23%), Isolasi mandiri 1672 orang (4,75%), Isolasi Provinsi 0 orang (0%), Isolasi Kab/ Kota 147 orang (0,42%), meninggal dunia 762 orang (2,16%) dan sembuh 32.188 orang (91,44%),” ujarnya.

Dari Tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Baso dibawah pimpinan dan penanggungjawab Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc juga melaporkan 2.695 sample yang diperiksa (Fak. Kedokteran Unand 2.358 sample dan Lab. Veteriner Baso Kab. Agam 377 sample), terkonfirmasi tambahan 286 (dua ratus delaan puluh enam) orang warga Sumbar positif terinfeksi covid-19, kesembuhan pasien covid-19 setelah 2x konversi negatif bertambah 100 orang dan meninggal bertambah 1 orang.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
ADVERTISEMENT
Login Areal