Video  

Saat KPK Menggeledah Kantor Bupati Probolinggo dan Rumah Pribadi Hasan Aminuddin

saat-kpk-menggeledah-kantor-bupati-probolinggo-dan-rumah-pribadi-hasan-aminuddin

KEMPALAN-PROBOLINGGO-Sejak Kamis pagi (2/9/2021). Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendatangi Kantor Bupati Probolinggo.

Suasana di kantor tersebut tampak sepi. Di area lobi, terlihat anggota Polres Probolinggo bersenjata laras panjang ikut melakukan penjagaan.

Ada sekitar 8 orang dari tim penyidik KPK masuk ke kantor Bupati Probolinggo yang terletak di JL Panglima Sudirman, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Salah satu sopir dari 5 mobil yang mengantar rombongan KPK itu menerangkan, rombongan berangkat dari Surabaya, Kamis pagi (2/9).

Kemudian transit terlebih dahulu di Polres Probolinggo untuk berkoordinasi dengan tim Polres Probolinggo.

Salah satu sopir itu berinisial R mengatakan, ia diminta oleh KPK untuk menyopiri salah satu mobil dari Surabaya menuju Probolinggo.

R menyampaikan, bahwa KPK menyewa sejumlah mobil dari salah satu jasa sewa kendaraan di Surabaya.

Total ada 13 mobil yang terbagi menjadi tiga rombongan.

Ada yang menuju rumah pribadi Puput Tantriana Sari dan di Pendapa Kabupaten Probolinggo, di Jalan Ahmad Yani. Sementara satu rombongan lainnya bergerak ke Kantor Bupati di Kraksaan.

R mengaku sudah sejak Rabu (1/9) kemarin berada di Probolinggo.

Sebelum mendatangi kantor Bupati, R menyebutkan bahwa tim KPK mendatangi dua kantor kecamatan di Kabupaten Probolingo.

“Tapi saya tidak tahu itu kantor kecamatan mana,” ujarnya.

Tampak anggota Tim KPK memeriksa mobil Mitsubishi Pajero, yang di tempat parkir di bekas kantor Dinas Koperasi Kabupaten Probolinggo.

Sebagian anggota Tim KPK juga menggeledah pendopo bupati, yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah pribadi Tantri.

“Rombongan yang datang kali ini ada sekitar 8 mobil dari Surabaya. Bergabung dengan 5 mobil  yang sebelumnya sudah sampai disini (Probolinggo, Red),” katanya.

Setelah berkumpul, rombongan membagi tugas yang dibagi menjadi tiga tim. Di antaranya dua tim yang masing-masing terdiri dari 5 mobil yang berisikan 8 penyidik KPK melakukan penggeledahan di Rumah Pribadi Bupati Probolinggo dan Kantor Bupati Probolinggo.

Sementara 3 mobil lainnya yang berisi 5 penyidik KPK menggeledah Pendapa.

“Sudah dibagi timnya, ada tiga titik yang menjadi fokus penggeledahan. Pukul 10.30 semuanya sudah bergeser dari Polres ke lokasi masing-masing,” tambahnya.

Penggeledahan di kantor Bupati Probolinggo itu dilakukan sejak Kamis pagi.

Dari kelima mobil itu, satu mobil Innova berpelat B 1711 IR wrna putih dan 4 lainnya berpelat L.

Sedangkan penggeledahan rumah pribadi tersangka Bupati Probolinggo non-aktif Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminudiin, dilakukan Kamis siang (2/9).

Selama 7 jam, tim dari KPK terus mencari bukti-bukti tambahan dalam kasus yang menjerat 22 tersangka jual beli Pj Kades.

Hingga pukul 18.00 WIB, KPK selesai menggeledah rumah pribadi milik Hasan yang berada di Jalan Ahmad Yani Nomor 9 Kota Probolinggo.

Selama penggeledahan, di area dalam dan luar rumah tersebut dijaga ketat anggota Polres Probolinggo Kota.

Lalu, di dalam rumah tersebut terdapat 8 mobil milik rombongan KPK.

Sementara di dalam rumah, terlihat petugas KPK yang memakai rompi dan sebagian tidak berompi memeriksa sejumlah berkas di ruang tengah.

Sesekali petugas mengeluarkan koper dari dalam rumah, dan dimasukkan ke mobil Innova yang membawa rombongan KPK.

Koper itu diberi segel warna merah dan putih bertuliskan KPK. Dimungkinkan, isi koper tersebut berisi dokumen penting terkait kasus jual beli jabatan Pj kades yang melilit Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin.

Setelah dua jam melakukan penggledahan, anggota Polres Probolinggo datang dan masuk ke rumah Hasan.

Mereka membawa mesin alat penghitung uang. Bangunan (garasi) parkir mobil Tantri dan suaminya, Hasan Aminuddin, anggota DPR RI, yang terletak di samping rumah pribadi juga menjadi sasaran penggeledahan.

Di Kantor Bupati Probolinggo, tim tampak membawa sebuah koper saat keluar dari kantor di sebelah selatan alun-alun Kota Kraksaan itu.

Tidak diketahui, isi koper tersebut karena tidak ada anggota tim yang memberikan keterangan.

“Soal ini, langsung tanya ke Pak Ali Fikri (Juru Bicara KPK, Red.),” kata seorang anggota Tim KPK. Pria berbaju kuning muda itu kemudian langsung masuk ke dalam mobilnya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Probolinggo, Soeparwiyono memberikan sedikit keterangan.

“Di lantai 2 itu tidak sampai satu jam dan tidak ada yang dibawa (tim KPK),” katanya kepada wartawan.

Sebelumnya diberitakan, Tim KPK beranggota 12 orang tiba di Probolinggo dengan 13 mobil dari Polda Jatim.

Lima yang berisi tujuh anggota tim menggeledah Kantor Bupati di Kota Kraksaan. Sedangnya sisanya dengan lima mobil menggeledah rumah dinas Tantri dan pendopo bupati, yang terletak di Kota Probolinggo.

Penggeledahan dengan pengawalan puluhan personel dari Polda Jatim, Polres Probolinggo Kabupaten dan Polres Probolinggo Kota itu bersifat tertutup.

Setelah menggeledah rumah pribadi Tantri, panggilan akrab Puput Tantriana Sari (Bupati Probolinggo) di Jalan Ahmad Yani: 9, Tim KPK tampak membawa dua koper barang bukti.

Selain mengamankan dua koper berkas, Tim KPK kembali masuk ke rumah pribadi Tantri. Kali ini anggota tim terlihat membawa alat (mesin) penghitung uang. (rdrbrm/tdtdy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.