Padang, – Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi, meminta penegak hukum mengusut pengadaan bantuan ternak oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) bernilai puluhan miliar tahun 2021 yang dirubah spek dari Sapi Simmental bunting menjadi Sapi Brahman tidak bunting.
Disampaikan Supardi, pengadaan Sapi melalui proses panjang seperti verifikasi dinas kabupaten/kota dan sebagainya.
Dijelaskannya, proposal Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sumbar kepada DPRD adalah untuk pengadaan Sapi Simmental bunting, namun pada kenyataanya yang disediakan Sapi Brahman bukan bunting, yang harga lebih murah.
“Pemprov sendiri menganggarkan Sapi Simmental bunting. Mungkin melihat Sapi Simmental tidak mencukupi maka dirubah speknya ke Sapi Brahman, tentu lebih murah dari Simmental. Dengan perubahan itu, tentu ada sisa anggaran, termasuk tidak jadi pengadaan kandang. Kalau tidak ada sisa anggaran, tentunya ada penggelembungan dana. Kita minta penegak hukum mengusut,” tegas Supardi kepada deliknews.com, Senin (3/1/22).
Baca juga: Ketua DPRD Sumbar Percaya Ahli Peternakan daripada Jubir Pemprov
Bantuan Ternak dari Pemprov Sumbar Diduga Gagal Perencanaan
Selanjutnya, dalam rencana awal sudah disepakati akan memberikan bantuan pakan untuk ternak Sapi dan Kambing bunting sampai melahirkan, dan Bebek sampai menetas.
“DPRD menganggarkan sesuai dengan proposal dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sumbar,” ungkap Supardi.
Sementara menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sumbar, Erinaldi, rekanan kesulitan bekerja karena setelah tender dilakukan maka berlaku PPKM pada bulan Agustus 2021. Waktu terbatas sehingga sulit mendapatkan Sapi bunting, dan dilakukan addendum untuk sapi tidak bunting.
“Selisih harga Sapi bunting dengan yang tidak dikembalikan ke kas daerah menjadi sisa anggaran belanja 2021, begitu juga dengan sisa tender yang dikembalikan melalui anggaran perubahan untuk mendukung operasional vaksinasi Covid. Dinas peternakan mengembalikan dana sekitar 13 miliar yang difokuskan untuk Covid-19,” jelas Erinaldi.
Sementara ditanya berapa total anggaran yang digunakan untuk pengadaan ternak Sapi, Kambing dan Bebek. Erinaldi belum merespon, hingga berita ini ditayangkan.
(Darlin)
