Disdik Sumbar Minta Bukti Setor BKK Pemkab Pasaman Rp7 M ke Provinsi

Ilustrasi
Ilustrasi

Padang, – Sekaitan adanya informasi bahwa Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pendidikan untuk SMA-SMK-SLB dari Pemkab Pasaman sudah disetorkan ke Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar), Dinas Pendidikan (Disdik) Pemprov Sumbar pun minta bukti.

“Ada bukti bahwa dana Kabupaten Pasaman sudah masuk ke provinsi?. Jika sudah boleh kami minta buktinya biar kami kroscek ke BPKAD tanggal berapa dana tersebut masuk,” kata Dian, dari Bagian Keuangan Disdik Sumbar saat dikonfirmasi, Selasa (21/6/22).

Sebelumnya Sekretaris Disdik Pemkab Pasaman, Gunawan, mengatakan bahwa dana BKK Pendidikan dari Pemkab Pasaman sudah disetorkan ke Bakeuda Pemprov Sumbar setelah penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Maret 2022 lalu.

Baca juga: Tak Kunjung Cair, Disdik Pasaman: BKK Pendidikan Sudah Disetor ke Provinsi

SMA-SMK-SLB Gelisah, Dana BKK Pasaman Tak Kunjung Cair

“Dana Rp7 miliar lebih telah disetorkan oleh Bakeuda sini (Pasaman) ke Bakeuda Provinsi. Pokoknya setelah PKS (penandatanganan Perjanjian Kerja Sama) langsung disetor,” kata Gunawan.

Diberitakan sebelumnya, sekolah negeri tingkat SLTA di bawah naungan Disdik Pemprov Sumbar seperti SMA, SMK dan SLB di Pasaman gelisah karena dana BKK Pendidikan Pemkab Pasaman tidak kunjung cair.

Akibat belum cairnya BBK ini maka gaji Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di SMA, SMK dan SLB di Pasaman belum terima gaji selama 6 bulan dari Januari sampai Juni 2022 ini.

Diketahui, sebelum adanya PKS Dinas Pendidikan Provinsi Pemprov Sumbar dengan Dinas Pendidikan Pemkab Pasaman, gaji GTT dan PTT bersumber dari uang komite, namun setelah adanya PKS maka tersebut maka gaji GTT dan PTT bersumber dari BKK.

Beberapa kepala sekolah menyebut sangat terasa pengaruh tidak cairnya BKK itu, kepala sekolah terpaksa menanggung secara pribadi biaya gaji guru GTT dan PTT ini. Belum lagi kegiatan lain disekolah yang tidak terlaksana akibat belum cairnya BKK.

“Jelang Idul Fitri kemarin, saya terpaksa secara pribadi menanggung gaji mereka, karena kita kasihan orang mau lebaran tapi guru – guru belum terima gaji,” kata salah seorang kepala sekolah.

Kepala sekolah ini pun berharap, dana BKK ini dengan segera dapat dicairkan karena kalau tidak akan berdampak terhadap proses belajar mengajar.

“Bagaimana guru kita bisa fokus mengajar kalau gaji yang biasanya untuk memenuhi kebutuhan di rumah tidak cair. Tentunya ini membuat gelisah seluruh sekolah SMA-SMK dan SLB di Pasaman,” terangnya.

(Darlin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.