Diduga Selain Gunakan Sisa Matrial Dari Program Lain Juga Ada Pemindahan Lokasi, Dalam Pelaksaan P3-TGAI Desa Banaran.

Keterangan Foto : Titik akhir pembangunan saluran irigasi dari P3-TGAI Desa Banaran Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun yang buntu dan dimasukan ke sawah milik Ketua HIPPA. (Dian/deliknews.com)

Madiun,deliknews.com Pembangunan Saluran Irigasi dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun 2022 yang dikerjakan oleh Kelompok Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Desa Banaran Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun, Diduga gunakan sisa matrial dari Progam lain, selain itu Kwalitas pengerjaan hingga pemindahan titik lokasi pembangunan juga dipertanyakan.

Hasil Investigasi Awak Media ini pada Tanggal (05/06/22) lalu, diketahui saat pekerja melangsir matrial diduga sisa dari matrial pembangunan saluran irigasi ketahanan pangan dari Dana Desa Tahun 2022, yang tak jauh dari lokasi tersebut. keterangan juga dibenarkan oleh pekerja dilokasi dengan alasan matrial untuk pembangunan P3-TGAI tersebut belum datang.

“Matrial mriki dereng dugi mas (Matrial disini belum datang mas.Red) jawab singkat pekerja saat dilokasi

Selain itu saat dilokasi pembangunan Awak Media juga mendapat informasi bahwa saluran Irigasi tersebut sampai “Jlik” (bangunan Intake) arahnya belok ke timur bukan lurus ke selatan seperti yang sekarang dikerjakan,karena saluran sudah buntu dan justru dialirkan ke sawah milik ketua HIPPA.

Keterangan Foto : Saluran yang menurut informasi mau dibangun,bahkan sempat di gali namun tidak jadi diteruskan dan dialihkan lurus kearah selatan.

” Sampai Jlik, saluran sepanjang kurang lebih 130 Meter itu ke timur mas,soalnya disana juga akan bertemu dengan saluran lain,dulu juga sudah digali tapi gak jadi diteruskan.” Jelas petani disekitar yang tidak mau disebutkan namanya.

” Tapi itu kok malah diteruskan keselatan yang malah saluran buntu dan dimasukan ke sawah milik ketua HIPPA,dengan alasan kalau di teruskan ke arah timur matrial kurang.” Imbuhnya

Disisi lain Kwalitas pengerjaan saluran tersebut juga diragukan Selain kedalaman Pondasi juga ada beberapa titik badan bangunan yang rongga juga banyak yang rongga (kosong) tanpa adukan spasi (Campuran semen dan pasir dengan perbandingan tertentu sesuai penggunaannya.Red) sebagai perekat Dan separo badan bangunan hanya numpang ditanah, sehingga dapat mengurangi Volume bangunan irigasi tersebut.

Keterangan Foto : separo badan bangunan yang ditutup oleh tanah.

” Di tengah bangunan saluran tersebut juga terlihat bangunan lama tapi tidak dilakukan pembongkaran, dengan alasan bangunan masih baik. namun masuk dalam hitungan bangunan P3-TGAI atau tidak saya kurang tau mas.” Imbuh petani dilokasi

Sampai berita ini dimuat Awak Media belum bisa menemui Ketua HIPPA Desa Banaran. Beberapa kali dicoba ditemui dilokasi pembangunan juga tidak ada, dan mencoba datang kerumah juga belum bertemu. Bahkan dihubungi Via Whatsapp dari Hari Senin (04/06/22) singga sekarang juga tidak direspon.

Awak Media juga berusaha datang ke Kantor Desa Banaran untuk konfirmasi kepada Kepala Desa Banaran namun 3 Kali juga belum bertemu.Kamis(07/07/22)

“Langsung nemui ketua HIPPA saja mas, pak Iswoyo.” kata salah satu perangkat Kantor Desa.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.