Pasaman, – Heboh nya polemik antara masyarakat dan pengurus Masjid terkait persoalan bantuan Safari Ramadan dari Pemprov Sumbar 2022 yang tak kunjung cair membuat seorang pengurus Masjid buka suara kepada media.
“Sampai sekarang belum ada kami terima bantuan dari Kesra itu. Bahkan kedatangan orang Kesra di acara Safari Ramadan, kita yang menanggung biaya di Masjid, karena kas panitia tidak ada, terpaksa dari kantong pribadi saya,” tegas Ketua Pengurus Masjid ini.
Ia mengaku banyak masyarakat bertanya kepadanya, terkait bantuan Safari Ramadan itu. “Uang saya sudah banyak habis mengurus Masjid ini. Bantuan belum juga cair,” terangnya.
Sebelumnya diberitakan, Kabag BMS Biro Kesra Pemprov Sumbar, Eka, menyampaikan bantuan Safari Ramadan sebanyak 151 Masjid, dengan nilai bantuan Rp50 juta setiap Masjid.
“Bantuan sudah dikucurkan sebelum perubahan dan pada APBD perubahan. Namun belum semua dikucurkan karena ada yang di APBD perubahan dan pengurus masjid belum mengajukan pencairan dana, sekira 30% lagi,” kata Eka.
Ketika dipertanyakan kenapa dari bukti foto – foto penyerahan yang beredar diterima pengurus Masjid hanya Rp20 juta. Kemudian Eka mengubah pernyataannya, bahwa bantuan bermacam – macam.
“Jumlahnya bermacam – macam. Mulai dari 10 juta sampai dengan 50 juta. Tergantung anggota dewan yang mambagi. Kalau 20 juta itu pokir. Kalau progul Rp50 juta untuk Masjid, 20 juta untuk Musholla,” terang Eka, Sabtu (26/11/22).
Menurut Eka, jumlah total Masjid dan Musholla yang menerima bantuan dari program unggulan dan pokir dewan mencapai 900 buah lebih.
Sementara Pergub Sumbar Nomor 18 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pemberian Hibah telah mengatur besasaran nilai hibah kepada Masjid sebesar Rp50 juta.
