Pasaman, – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pekerjaan Pemeliharaan Berkala Jalan Provinsi di Ruas Padang Sawah – Kumpulan, Tomi hari ini turun langsung mengecek kondisi hotmix yang dihamparkan ketika intensitas hujan tinggi kemarin.

“Saya memang dapat informasi kemarin dari rekan – rekan media. Sekarang saya lagi mengecek,” kata Tomi, kepada deliknews.com, Kamis (8/12/22).

Dikatakan Tomi, pihaknya akan memerintahkan kepada pelaksana untuk memperbaiki bila ada yang rusak.

“Kita perbaiki. Kalau kiranya kurang padat, kita padatkan. Kalau dia retak atau pecah kita bongkar kembali kalau ada yang rusak,” jelas Tomi.

Menurutnya, ketika penghamparan dilokasi ada konsultan pengawas. Tim ada dilapangan. Tomi enggan menyebut penghamparan hotmix ketika hujan direstui oleh pengawas.

“Jadi begini, memang kita akui sekarang hari hujan, terang, hujan. Mereka bekerja ketika tidak hujan. Ketika proses penghamparan tiba hujan lebat harus diselesaikan baru diputus. Karena aspal finisher harus dihabiskan dulu tidak boleh didiamkan, kalau didiamkan dia akan mengeras, harus dikeluarkan seluruhnya,” terang PPK ini.

Sebelumnya diberitakan pekerjaan penghamparan hotmix ini jadi perhatian banyak pihak, warga pun mendesak agar diperbaiki dengan membongkar pekerjaan tersebut.

Beberapa masyarakat setempat mengaku menyaksikan proses pengaspalan jalan ketika hujan turun dan khawatir tidak akan tahan lama.

“Ya benar, kemarin mereka mengaspal ketika hujan lebat. Kalau begini tidak akan tahan lama, aspal tidak kuat, terlihat sudah ada yang rusak,” ungkap warga setempat kepada awak media.

Oyon, warga Kecamatan Bonjol mengaku sering melewati ruas jalan yang sedang dikerjakan ini, akan membuat laporan kepada aparat penegak hukum apabila tidak dilakukan perbaikan terhadap pekerjaan yang rusak.

“Kita berharap pekerjaan yang tak sesuai spek dibongkar dan diperbaiki kembali,” tegas Oyon.

Terpantau pada lokasi pekerjaan sudah ada beberapa aspal yang turun ketika dilewati kenderaan. Aspal pun terasa lunak bisa dikorek dengan tangan.

Sementara awak media masih berupaya mengonfirmasi kontraktor pelaksana, untuk diterbitkan pada berita selanjutnya.

Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Erasukma, tak ada nomor kontak kontraktor. Sementara diminta kepada PPK, belum merespon, hingga berita ini ditayangkan.