Pasaman, – Dalam sebuah upaya yang sungguh mulia, Baznas Kabupaten Pasaman di bawah kepemimpinan H.Asnil M, SE. MM, telah terus meluruhkan bantuan ke tangan-tangan yang membutuhkan. Tak henti-hentinya, setiap bulan, bahkan setiap hari, bantuan berlanjut ke masyarakat kurang mampu di Kabupaten Pasaman. Sebuah tonggak kemanusiaan yang menggelitik jiwa.

Ketika awak media menemui Bapak Kepala Pelaksana, Muttaqin Lubis SHI, terbuka ceritanya mengenai rincian penyaluran zakat oleh Baznas Pasaman. Karya bhakti bedah rumah menjadi terang benderang di mata masyarakat. Setelah bahu-membahu, 19 unit rumah di Kecamatan Bonjol dan Lubuk Sikaping kini telah berdiri kokoh, memberikan tempat layak huni bagi yang memerlukan.

Dalam momen penutupan bedah rumah, tatap matanya tak bisa menyembunyikan kebanggaan. Bupati Pasaman, H. Benny Utama SH, MM, serta Danjen Akmil Letjen Teguh Arif I, SE, MM, turut menyaksikan selesainya rumah-rumah ini. Dalam hati, kisah dana Rp.15 juta membentuk tempat hunian layak bagi keluarga miskin memukau Benny Utama.

Muttaqin Lubis menjelaskan dengan penuh semangat, “Baznas Pasaman telah melaksanakan program karya bhakti bedah rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Bonjol dan Lubuk Sikaping pada Juli lalu, dengan total 19 unit rumah.” Mengenai prosesnya, Muttaqin menegaskan, “Kami berfokus pada identifikasi beasiswa siswa tingkat SLTP se Kabupaten Pasaman untuk bulan ini, sementara tingkat SD akan direalisasikan di bulan September. Bantuan bedah rumah di kecamatan lain akan menyusul, karena dana kami hanya masuk setiap bulan. Jadi kami melaksanakannya secara bertahap.”

Sedikit demi sedikit, Baznas Kabupaten Pasaman telah menerangi sudut-sudut kehidupan. Program “Pasaman Sehat” mengalirkan bantuan kepada keluarga yang merawat pasien sakit di rumah sakit, sementara bantuan lansia menjelang Idul Fitri memberikan harapan kepada orang tua yang memerlukan. Program “Pasaman Peduli” memberikan sentuhan pada rumah yang tak layak huni dan korban kebakaran, sebuah dorongan ke arah kehidupan yang lebih baik.

“Baznas Pasaman Sejahtera” menghidupkan semangat wirausaha kecil dengan modal usaha. Muttaqin Lubis menyatakan dengan tegas, “Bantuan ini tidak untuk dikembalikan. Tujuannya adalah untuk mencegah keterjeratan rentenir.”

Tidak berhenti sampai di situ, “Pasaman Cerdas” menerangi jalan para siswa untuk melanjutkan pendidikan. Dalam rincian yang begitu terperinci, Baznas memberikan bantuan berbeda-beda untuk tingkat perguruan tinggi di dalam dan luar Provinsi Sumatera Barat, serta di dalam dan luar negeri.

Muttakin Lubis pun tak lupa mengajak dermawan untuk bergabung dalam upaya besar ini, mengajak mereka menyalurkan zakat melalui Baznas Kabupaten Pasaman. Sebuah ajakan yang penuh harap dan cinta kemanusiaan.

Dengan semangat tak kenal lelah, Baznas Kabupaten Pasaman telah mengukir jejak kemanusiaan yang memancar cahaya di tengah kegelapan. Sebuah cerita inspiratif yang akan terus dikenang dalam sejarah.