Bangkalan – Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) menyoroti tingginya beban pajak yang ditanggung industri galangan kapal nasional di tengah tekanan global, saat melakukan kunjungan ke PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia (ASSI) di Bangkalan, Madura, Sabtu (2/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, BHS menilai bahwa sektor galangan kapal saat ini menghadapi tantangan berat akibat gejolak geopolitik global serta fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat yang terus meningkat. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap biaya produksi yang semakin tinggi.

Menurutnya, di tengah tekanan tersebut, kebijakan fiskal justru perlu memberikan ruang bagi pelaku industri untuk bertahan dan berkembang. Namun, saat ini industri galangan kapal masih dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Badan sebesar 22 persen yang dinilai memberatkan.

“Skema pajak ini perlu dievaluasi. Saya mengusulkan agar diubah menjadi pajak final sebesar 1,2 persen seperti yang diterapkan pada sektor pelayaran,” ujar BHS.

Ia menjelaskan, penerapan pajak final akan memberikan kepastian bagi pelaku usaha karena beban pajak dihitung berdasarkan nilai transaksi atau pesanan, bukan dari laba rugi perusahaan. Hal ini dinilai dapat mengurangi potensi sengketa antara wajib pajak dan otoritas.

Selain itu, BHS mengingatkan adanya efek berantai apabila beban pajak tidak segera disesuaikan. Ia menyebut kenaikan biaya produksi akan berdampak pada tarif angkutan laut dan logistik nasional.

“Kalau biaya produksi naik, industri pelayaran akan menanggung, dan akhirnya masyarakat yang harus membayar lebih mahal,” tegasnya.

Meski demikian, BHS tetap mengapresiasi kinerja industri galangan kapal dalam negeri. Ia menilai kemampuan produksi yang ditunjukkan oleh PT Adiluhung sudah setara dengan standar internasional.

Perusahaan tersebut mampu menyelesaikan pembangunan kapal penumpang sepanjang 68 meter dalam waktu 8 hingga 9 bulan. Sementara untuk kapal berukuran 83 meter, proses produksi dapat diselesaikan dalam 11 hingga 12 bulan.

“Kecepatan dan kualitas pembangunan kapal di sini sangat luar biasa,” katanya.

BHS menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa industri galangan kapal nasional memiliki daya saing tinggi di tengah persaingan global. Ia juga menegaskan bahwa kunjungannya bertujuan untuk mempromosikan kemampuan industri dalam negeri agar lebih dikenal luas.

Dengan potensi besar yang dimiliki, ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan industri galangan kapal nasional, terutama melalui kebijakan fiskal yang lebih adaptif.