JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan taringnya pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa (5/5/2026). Setelah sempat tertekan di awal pembukaan, indeks saham domestik berhasil bangkit dan kembali menembus level psikologis 7.000.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG menutup paruh pertama perdagangan dengan penguatan signifikan sebesar 0,83 persen ke level 7.029,85. Pergerakan indeks hari ini terbilang dinamis, mengingat IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 6.921,60 pada awal perdagangan.
Laju penguatan ini ditopang oleh volume perdagangan yang masif mencapai 25,34 miliar saham. Nilai transaksi pun tercatat cukup jumbo, yakni menembus Rp 9,21 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1,4 juta kali.
“Mayoritas saham hari ini bergerak di zona hijau. Tercatat sebanyak 346 saham menguat, sementara 297 saham melemah, dan 169 saham lainnya stagnan,” sebagaimana dikutip dari data perdagangan RTI Business, Selasa (5/5).
Sektor perbankan raksasa menjadi motor utama penggerak indeks. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin penguatan dengan kenaikan 3,62 persen ke harga Rp 3.150 per saham. Langkah ini diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang menguat 2,86 persen ke posisi Rp 3.950.
Tak ketinggalan, saham perbankan blue chip lainnya seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) naik 2,49 persen dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) milik Grup Djarum terkerek 2,12 persen ke level Rp 6.025 per saham.
Selain perbankan, saham-saham milik konglomerat papan atas juga terpantau “ijo royo-royo”. Emiten milik Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), mencatatkan lonjakan fantastis sebesar 14,36 persen ke harga Rp 2.110.
Lonjakan serupa terjadi pada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang melesat 10,34 persen ke level Rp 5.600. Dari lini Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turut mempertebal penguatan indeks dengan kenaikan 3,61 persen ke posisi Rp 1.580 per saham.
Kombinasi antara solidnya saham perbankan dan agresivitas saham konglomerasi ini menjadi katalis positif bagi IHSG untuk mempertahankan posisinya di atas level 7.000 hingga penutupan sesi pertama.
