JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan serius terkait temuan kasus Hantavirus di atas kapal pesiar MV Hondius. Virus yang biasanya menyebar melalui hewan pengerat ini diduga telah menular antarmanusia di dalam kapal tersebut.

Dugaan penularan ini muncul setelah tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia. Saat ini, kapal yang membawa 149 orang dari 23 negara tersebut sedang berlabuh di perairan Tanjung Verde, sebelah barat Afrika, setelah menempuh perjalanan dari Argentina.

Pejabat WHO, Dr. Maria Van Kerkhove, mengungkapkan bahwa otoritas kesehatan meyakini adanya transmisi antarmanusia. “Kami percaya bahwa mungkin ada penularan dari manusia ke manusia yang terjadi di antara kontak yang sangat dekat,” ujar Van Kerkhove kepada BBC, Selasa (5/5/2026).

Pihak operator kapal, Oceanwide Expeditions, melaporkan bahwa dua awak kapal asal Inggris dan Belanda kini dijadwalkan untuk dievakuasi menggunakan pesawat. Keduanya menunjukkan gejala pernapasan akut yang memerlukan penanganan medis intensif.

Hingga saat ini, tercatat ada tujuh kasus yang diidentifikasi, terdiri dari dua kasus terkonfirmasi dan lima kasus suspek. Salah satu korban meninggal adalah warga negara Jerman, sementara pasien lainnya telah dievakuasi ke Afrika Selatan.

Para penyelidik bekerja dengan asumsi bahwa virus yang menjangkiti kapal tersebut adalah galur Andes dari Amerika Selatan. Galur ini dikenal sebagai satu-satunya jenis Hantavirus yang memiliki kemampuan menular antarmanusia melalui kontak dekat.

Meski demikian, WHO menekankan bahwa risiko bagi masyarakat luas masih tergolong rendah. Tim medis dengan pakaian hazmat lengkap telah naik ke atas kapal untuk melakukan pengujian dan disinfeksi secara menyeluruh.

Ketidakpastian ini pun mulai memicu kecemasan di kalangan penumpang yang masih tertahan. Vlogger perjalanan, Jake Rosmarin, mengungkapkan kegelisahannya melalui media sosial terkait situasi di dalam kapal.

“Ada banyak ketidakpastian, dan itu bagian yang paling sulit. Yang kami inginkan saat ini hanyalah merasa aman, mendapat kejelasan, dan bisa pulang,” tulis Rosmarin menggambarkan suasana di MV Hondius.

Saat ini, kapal direncanakan untuk berlabuh di Kepulauan Canary guna pemantauan medis lanjutan. Namun, Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan masih mengumpulkan data epidemiologis sebelum memberikan izin resmi bagi kapal tersebut untuk bersandar.