Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong penguatan fasilitas kawasan wisata pendidikan Kampung Ilmu di Surabaya, Jawa Timur, sebagai langkah strategis meningkatkan minat baca dan literasi generasi muda, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Dalam kunjungannya ke kawasan tersebut pada Sabtu, Bambang menegaskan bahwa konsep wisata tidak hanya terbatas pada aspek religi atau hiburan semata, tetapi juga harus mampu mengakomodasi kebutuhan edukasi masyarakat. Kampung Ilmu, menurutnya, merupakan ikon wisata pendidikan yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai pusat literasi terbuka.
“Kampung Ilmu ini bukan sekadar tempat jual beli buku, tetapi bisa menjadi ruang belajar alternatif bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan,” ujar Bambang.
Ia menyoroti besarnya potensi literasi di Surabaya yang ditopang oleh ratusan sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga menengah atas. Dengan dukungan koleksi buku yang beragam, kawasan ini dinilai mampu menjadi sarana penunjang pembelajaran di luar lingkungan formal sekolah.
Namun demikian, Bambang juga menilai masih terdapat sejumlah kekurangan dalam hal fasilitas pendukung. Ia menekankan pentingnya peningkatan kenyamanan pengunjung, terutama dengan menyediakan tempat duduk yang memadai agar aktivitas membaca dapat dilakukan secara optimal.
Selain itu, ia juga menyoroti perlunya pembenahan infrastruktur dasar, seperti akses jalan dan sistem drainase di kawasan tersebut. Menurutnya, kondisi becek saat hujan dapat mengurangi minat masyarakat untuk berkunjung.
“Perbaikan infrastruktur menjadi kunci agar kawasan ini benar-benar layak sebagai destinasi edukatif yang nyaman dan representatif,” katanya.
Bambang juga mendorong pemerintah daerah bersama DPRD setempat untuk memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan Kampung Ilmu, termasuk menjadikannya sebagai ruang publik berbasis pendidikan yang inklusif.
Lebih lanjut, ia mengaitkan pentingnya penguatan literasi dengan kesiapan Indonesia menghadapi bonus demografi pada tahun 2036. Pada periode tersebut, mayoritas penduduk Indonesia akan berada pada usia produktif, sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif.
“Generasi muda harus dipersiapkan dengan baik, tidak hanya secara fisik tetapi juga intelektual, agar mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Dengan penguatan fasilitas dan dukungan kebijakan yang tepat, Kampung Ilmu diharapkan dapat menjadi model pengembangan wisata pendidikan yang berkelanjutan di Indonesia.
