JAKARTA — Lembaga survei Indonesia Development Monitoring (IDM) merilis hasil survei terbaru terkait tingkat kepuasan dan kepercayaan publik terhadap Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Hasilnya, mayoritas responden mengaku puas terhadap pelayanan publik yang diberikan institusi tersebut.

Dalam survei yang dilakukan pada 7-20 April 2026 itu, sebanyak 81,2% responden menyatakan puas terhadap pelayanan Polri. Sementara 16,6% responden mengaku belum puas atau tidak puas, dan 2,2% lainnya tidak menjawab.

Direktur Eksekutif IDM, Dedi Rohman, mengatakan penilaian positif masyarakat terlihat pada sejumlah layanan yang bersentuhan langsung dengan publik.

“Hasil survei menunjukkan masyarakat puas terhadap pelayanan publik Polri, seperti pelayanan mengurus SIM, membuat pelaporan, hingga membantu arus lalu lintas terutama saat liburan dan program mudik,” kata Dedi dalam keterangannya, Jumat (8/5/2026).

Tak hanya pelayanan publik, survei IDM juga mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap penegakan hukum oleh Polri mencapai 75,1%. Penilaian itu mencakup pemberantasan judi, perdagangan manusia, narkoba, kejahatan ekonomi, hingga penindakan penimbunan BBM dan pangan.

“Sebanyak 20,7% responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja penegakan hukum Polri, sementara 4,2% lainnya tidak menjawab,” ujar Dedi.

IDM juga mengukur persepsi masyarakat terkait rasa aman di lingkungan sekitar. Hasilnya, sebanyak 88,7% responden mengaku merasa aman berjalan di luar rumah pada malam hari. Angka tersebut menunjukkan tingkat rasa aman publik masih cukup tinggi.

Selain itu, survei turut menyoroti pengawasan internal di tubuh Polri. Sebanyak 76,7% responden menyatakan puas terhadap langkah pengawasan internal terhadap anggota yang melakukan pelanggaran. Adapun 20,4% responden menyatakan tidak puas dan 2,9% tidak menjawab.

Sementara itu, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri tercatat mencapai 79,2%, yang merupakan gabungan kategori “percaya” dan “sangat percaya”. IDM menilai angka tersebut menunjukkan tren pemulihan kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara.

Survei IDM menggunakan metode multistage random sampling dengan wawancara tatap muka langsung. Sebanyak 1.580 responden dari 34 provinsi di Indonesia dilibatkan dalam survei tersebut. Seluruh responden berusia 17 hingga 65 tahun dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,47%.