Langsung ke konten
Senin, 26 Oktober 2026
Pemerintahan

Prabowo Serukan Gaji Layak bagi ASN, Guru, Dokter hingga TNI-Polri, Ini Alasannya

Sumber foto : Dok. Sekretariat Presiden

JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pemberian gaji yang layak bagi segenap aparat keamanan dan pegawai negeri sipil (PNS). Langkah strategis ini dinilai menjadi kunci utama untuk mengikis habis praktik pungutan liar dan korupsi di lingkungan pemerintahan.

​Dalam pandangan Kepala Negara, kesejahteraan yang menjamin menjadi fondasi moral bagi para pelayan publik. Jika kebutuhan dasar mereka terpenuhi, potensi penyalahgunaan wewenang di lapangan dapat ditekan seminimal mungkin.

​”Guru-guru butuh gaji yang baik, dokter-dokter, perawat-perawat butuh gaji yang baik, tentara dan polisi butuh gaji yang baik supaya mereka tidak memeras dari rakyat. Pegawai negeri butuh gaji yang baik supaya mereka tidak korupsi,” ujar Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (12/7/2026).

​Prabowo membeberkan bahwa Indonesia pada dasarnya memiliki modal yang sangat besar sebagai negara kaya. Ia mencontohkan nilai kekayaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kini telah terkonsolidasi dan sukses menyentuh angka fantastis, yakni mencapai 1 triliun dollar Amerika Serikat.

​Sayangnya, potensi ekonomi raksasa tersebut kerap digerogoti oleh tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Prabowo menyayangkan sebagian kekayaan negara tersebut justru habis dicuri oleh para koruptor.

​Melihat realitas tersebut, Presiden Prabowo langsung melayangkan ultimatum keras kepada seluruh pelaku tindak pidana rasuah di tanah air. Ia meminta para koruptor segera menghentikan aksi mereka dan mengembalikan aset negara sebelum tindakan tegas diambil.

​”Hentikan. Rakyat tidak bodoh. Hentikan, kembalikan kekayaan rakyat, kembalikan dengan baik. Kita bangsa pemaaf, tapi rakyat butuh keadilan, rakyat butuh kesejahteraan. Rakyat butuh sekolah yang baik,” ucap Mantan Menteri Pertahanan tersebut dengan lugas.

​Selain menyoroti masalah penegakan hukum dan kesejahteraan, Prabowo turut memanfaatkan momentum ini untuk menyerukan pesan perdamaian. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari tokoh politik hingga masyarakat awam, untuk segera mengakhiri segala bentuk pertikaian.

​Menurutnya, stabilitas nasional tidak akan pernah tercapai selama ego kelompok masih dikedepankan. Persatuan menjadi harga mati yang harus dijaga demi mewujudkan cita-cita Indonesia maju di masa depan.

​”Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian. Tidak ada. Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga. Apapun latar belakang kita, apapun suku kita, apapun latar belakang kita, apapun partai kita,” pungkas Prabowo menutup pidatonya.