SIDOARJO — Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi daerah terus dipacu di Kabupaten Sidoarjo. Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendorong para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memanfaatkan kearifan lokal dalam menciptakan inovasi produk kuliner modern.
Langkah strategis ini dinilai ampuh untuk memikat pasar yang lebih luas, khususnya generasi muda. Dalam agenda bimbingan teknis (bimtek) UMKM makanan setempat, BHS menyoroti keberadaan ikan bandeng sebagai komoditas pangan unggulan Sidoarjo yang memiliki daya saing tinggi jika diolah secara kreatif.
Salah satu bentuk terobosan yang didorong adalah pembuatan burger bandeng. Menu inovatif ini dinilai mampu mengubah citra olahan tradisional menjadi santapan modern yang diminati konsumen milenial dan Gen Z.
“UMKM ini diharapkan bisa naik kelas dengan adanya menu-menu baru yang basisnya budaya lokal. Di Sidoarjo ini ada bandeng, dan ini agak dimodernkan sedikit. Burger bandeng ini ternyata kesukaan anak-anak muda,” ujar BHS di Sidoarjo.
Dukungan senada datang dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf, Amir Hamzah, mengungkapkan bahwa sektor kuliner mendominasi peta potensi ekonomi kreatif di wilayah tersebut hingga mencapai 65 persen.
Amir menekankan pentingnya kolaborasi antara ketersediaan bahan baku lokal, teknologi, serta sentuhan kreativitas dari para praktisi kuliner. Langkah integratif ini menjadi kunci agar makanan berbasis kearifan lokal dapat bersaing ketat di pasar modern.
“Dengan mengkreasikan teknologi dan inovasi kreatif dari para chef, bisa menjadikan makanan yang kekinian dan diterima oleh anak muda,” jelas Amir.
Sinergi antara melimpahnya komoditas lokal seperti ikan bandeng dan inovasi olahan kekinian diyakini tidak hanya memperkuat identitas daerah. Lebih dari itu, terobosan ini diharapkan efektif mendongkrak nilai jual produk sekaligus meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi keluarga para pelaku UMKM di Sidoarjo.
